Home / Berita / Nasional / BNN : Bandar Narkoba Hartanya Harus dirampas

BNN : Bandar Narkoba Hartanya Harus dirampas

bnnjogja
Indonesia saat ini sedang mengalami darurat narkoba. Bayangkan saja,ada 4 juta lebih para penyalahguna narkoba. Di mana setiap harinya ada 30-50 orang meninggal karena narkoba. Sungguh ironi sekali mendengarnya.

Oleh karena itu, bagi perlu diambil tindakan hukum yang tegas dan efek jera khususnya lagi para Bandar narkoba.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar menyuarakan agar penegakan hukum atas penyalahgunaan narkotika benar-benar ditegakkan.

“Harus diberantas peredarannya, orangnya yang berkecimpung, kurir, produksi, bandar. Tidak hanya hukuman penjara, khusus bagi para bandar narkoba hartanya harus dirampas,” ungkap Anang dalam diskusi bertajuk Indonesia Darurat Narkoba di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5).

Lebih lanjut dijelaskan Anang, perampasan harta para bandar narkoba itu berlandaskan UU Narkotika dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Saat ini, Anang melihat, belum banyak hakim yang menerapkan hukuman sita harta tersebut.

“Sudah ada (menyita harta bandar narkoba) tapi belum banyak sehingga pengedar banyak yang mengedarkan dari penjara. Karena asetnya masih banyak yang tidak dibawa ke pengadilan,” jelas Anang.

Bicara narkoba memang tidak ada habisnya. Meskipun terus dilakukan pemberantasan, tapi selalu saja muncul terus.

“Faktanya masalah narkoba menghiasi media nasional, 50 persen lebih penjara terisi masalah narkoba,” cerita Kepala BNN.

Untuk mencegah peredaran narkoba yang demikian massif ini, tidak hanya satu pihak tapi semuanya juga harus terlibat. Mulai dari keluarga, penegakan hukum hingga proses rehabilitasi.

Anang mengungkapkan kalau selama ini masalahnya karena dipenjara. Penyakit nggak sembuh, malah demand-nya meningkat. Penyalahgunaan itu penyakit, adiktif.

Tahun ini, BNN melakukan program 100 ribu rehabilitasi narkoba. Program besar-besaran itu, kata Anang, BNN bekerjasama dengan militer, kepolisian dan Kemendagri. BNN memanfaatkan infrastruktur yang dimiliki lembaga-lembaga tersebut karena keterbatasan fasilitas.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...