Home / Berita / Bocah 15 Tahun Mendaftar sebagai Calon Presiden AS karena Tidak Suka dengan Hillary dan Donald Trump

Bocah 15 Tahun Mendaftar sebagai Calon Presiden AS karena Tidak Suka dengan Hillary dan Donald Trump

Jajak Pendapat di North Carolina menunjukkan dukungan kepada Deez Nutz
Jajak Pendapat di North Carolina menunjukkan dukungan kepada Deez Nuts

Masyarakat Amerika Serikat (AS) dikejutkan dengan munculnya seorang calon presiden untuk Pemilu 2016 dengan menggunakan nama : Deez Nuts. Belakangan diketahui, nama tersebut adalah milik seorang anak kecil berusia 15 tahun, yang mengaku tidak rela jika Amerika dipimpin oleh sosok Presiden seperti Hillary Clinton atau Donald Trump.

“Dibanding kedua nama itu, saya lebih ideal sebagai presiden Amerika Serikat,” katanya.

Dilansir The Daily Beast, Sabtu (22/8/2015), Deez Nuts mendaftarkan diri sebagai calon independen di Komisi Pemilihan Umum Federal pada 26 Juli 2015. Tak pelak lagi, sikapnya itu membuatnya menjadi topik paling popular di Twitter.

Dengan mendukung program keseimbangan anggaran dan kesepakatan nuklir Iran, bocah ini mengaku ingin membuka jalan bagi partai ketiga di masa depan. Selama ini ia menanggap pemilu di AS dikuasai dua partai, Demokrat dan Republik.

Sejumlah media AS melaporkan, sosok yang menggunakan nama Deez Nuts ini adalah seorang anak remaja bernama  Brady Olson,  yang tinggal di sebuah kota kecil  Wallingford, Iowa. Ayahnya merupakan petani jagung dan kedelai. Ia  baru saja masuk SMA dan menciptakan tokoh Deez Nuts untuk sekadar iseng.

Ketika wartawan bertanya kepadanya mengapa tidak masuk saja ke partai politik, dengan santai ia menjawab,  “Saya berusia lima belas, jadi saya belum bisa mendaftar.” Namun ia merasa bisa berbuat yang terbaik bagi Amerika sebagai presiden melalui jalur independen.

Inilah Brady Olson, kandidat Presiden AS yang menggunakan nama Deez Nuts
Inilah Brady Olson, kandidat Presiden AS yang menggunakan nama Deez Nuts

“Saya masih muda dan saya pikir saya memiliki ide-ide segar, karena keputusan apa pun yang saya buat akan memiliki efek lebih lama pada saya,” kata Olsen, seperti dilansir New York Magazine pada Rabu, 20 Agustus 2015.

Menurut sang ayah, anaknya adalah seorang siswa sekolah menengah yang “belum bekerja penuh, belum punya anak, dan belum menikah. Kedua orangtuanya pun mendukung pencalonan anaknya, yang diduga sebagai cara untuk “merombak sistem dua partai, sekaligus putus asa melihat para calon utama yang ada.”

Anehnya lagi, tidak sedikit warga Amerika yang justru memberi dukungan kepada bocah ini. Dalam jajak pendapat yang dilakukan di negara bagian North Carolina, Deez Nuts mewakili kandidat independen mendapat suara 9 persen, berada di urutan ketiga setelah Donald Trump 40 persen( Partai Republik) dan Hillary Clinton 38 persen ( partai Demokrat). – fox2now.com

Baca Juga

Informasi Berita Seputar Sepakbola Liga Inggris Terlengkap

Jelang Liverpool vs MU Yang Kamu Mungkin Belum Tahu soal Liverpool vs MU Sabtu, 14 ...