Home / Berita / Nasional / BPJS Ketenagakerjaan Siap Berikan Santunan 48 Kali Gaji Bagi Korban Kecelakaan Kerja

BPJS Ketenagakerjaan Siap Berikan Santunan 48 Kali Gaji Bagi Korban Kecelakaan Kerja

BPJS Ketenagakerjaan Siap Berikan Santunan 48 Kali Gaji Korban Kecelakaan Kerja

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan telah diresmikan operasionalnya secara penuh oleh pemerintah. Menariknya BPJS Ketenagakerjaan siap untuk memberikan santunan bagi korban kecelakaan kerja yang meninggal dunia, sebanyak 48 kali gaji. Hal inilah yang membuat seluruh pekerja diwajibkan menjadi peserta secara serentak, terhitung sejak tanggal 1 Juli 2015.

Dalam keterangan yang berhasil dihimpun dari Merdeka, korban kecelakaan kerja yang berujung dengan meninggal dunia akan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan sebesar 48 kali gaji terakhir. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Evlyn G Massasya mengatakan kebijakan tersebut merupakan usaha yang dilakukan BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi para pekerja dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK).

Selain itu setiap perusahaan berkewajiban juga untuk menyertakan pekerjanya pada program Jaminan Hari Tua dan Jaminan Kematian dan per 1 Juni 2015 terdapat program baru yakni Jaminan Pensiun. BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas cakupan kepesertaan yakni bukan hanya pekerja formal, tapi juga pekerja informal dengan memanfaatkan 153 cabang, 151 cabang pembantu, 11 kanwil, dan 1.112 gerai.

“Masyarakat harus diberikan pemahaman bahwa meski beroperasi penuh tapi iuran BPJS tidak mengalami perubahan, yakni 0,24 persen dari upah untuk program JKK, dan iuran sebesar 2 persen untuk pemberi kerja dan 1 persen untuk pekerja untuk Jaminan Kematian” ungkap Evlyn di Palembang seperti dilansir Antara, Selasa (11/8).

Sementara itu Menteri Tenaga Kerja, M Hanif Dhakiri menambahkan manfaat menjadi peserta BPJS ini yang membuat pemerintah mengeluarkan aturan yang mewajibkan pengusaha mendaftarkan pekerjanya. Dirinya mengharapkan para pengusaha mengikuti aturan tersebut dengan mengikutsertakan seluruh pekerja dalam empat program yakni JKK, JHT, JK, dan JP.

“Coba di program jaminan sosial mana yang memberikan santunan hingga 48 kali gaji bagi korban kecelakaan kerja yang berujung meninggal. Jika pun ada pemerintah provinsi yang akan membuat program jaminan sosial sendiri, maka saya tidak yakin bisa memberikan manfaat pasti dan manfaat tambahan seperti BPJS Ketenagakerjaan”

“Ini justru sangat baik untuk hubungan industrial antara pekerja dan perusahaan. Janganlah kewajiban ini dipandang sebagai beban, tapi sebagai investasi untuk menciptakan hubungan yang sehat dan aktif” ungkap Hanif Dhakiri.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...