Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / BPK Temukan 14 Jenis Transaksi terindikasi Kerugian Negara Rp 34 M di Pemilu 2014

BPK Temukan 14 Jenis Transaksi terindikasi Kerugian Negara Rp 34 M di Pemilu 2014

Temuan-BPK

Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hari Kamis (18/6) ini bertemu dengan Pimpinan DPR RI di Gedung DPR, Jakarta. Dari pertemuan itu, BPK mengungkapkan kalau mendapati indikasi kerugian Negara sebesar Rp 34 miliar dalam penggunaan anggaran Pemilu 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Indikasi kerugian Negara tersebut mencakup 14 temuan mulai dari transaksi fiktif hingga memperkaya diri.

Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menuturkan,”Temuan terkait indikasi kerugian Negara ini cukup besar, karena berkaitan dengan kurang lebih 14 jenis temuan.”

Penyebab temuan dengan indikasi kerugian Negara itu karena Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pembuat Surat Perintah Membayar (PPSPM), dan Bendahara Pengeluaran serta panitia barang, diduga lalai dalam melakukan tugas dan wewenang berdasarkan ketentuan.

Pegawai atau pihak yang melaksanakan perjalanan dinas, kata Taufik mengutip laporan BPK, ternyata mempertanggungjawabkan perjalanannya tidak sesuai dengan fakta yang sesungguhnya.

Apa saja 14 jenis temuan BPK yang terindikasi kerugian negara sebesar Rp 34,3 miliar dalam Pemilu 2014, berikut jenisnya :
1. Fiktif sebesar Rp 3.928.222.524
2. Kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp 788.042.109
3. Pembayaran ganda dan melebihi standar yang berlaku sebesar Rp 2.828.422.693
4. Kelebihan pembayaran sebesar Rp 2.572.566.028
5. Pembayaran kepada pihak yang tidak berhak sebesar Rp1.705.513.989,00
6. Selisih kurang kas/kas tekor sebesar Rp 1.452.619.946
7. Pemusnahan logistik pemilu dan rekanan tanpa persetujuan KPU Rp 479.884.838
8. Pemahalan harga Rp 7.038.174.965
9. Spesifikasi barang/jasa yang diterima sesuai dengan kontrak Rp 33.072.000
10. Bukti tidak memenuhi syarat sahnya pembayaran Rp 6.967.873.865
11. Penggunaan anggaran untuk kepentingan pribadi Rp168.330.000
12. Pencairan anggaran melalui pertanggungjawaban formalitas Rp 1.258.621.360
13. Pengalihan pekerjaan yang tidak sesuai pekerjaan Rp 2.011.396.424
14. Proses perencanaan dan pelelangan pengadaan tidak sesuai ketentuan Rp 3.116.511.772

Disamping indikasi kerugian Negara sebesar Rp 34,3 miliar, terdapat pula temuan BPK yang diduga penyalahgunaan anggaran terhadap ketentuan UU.

Berikut ini daftarnya:
a. kerugian negara Rp 34.349.212.517.69 (detailnya dijabarkan di atas)
b. Potensi kerugian negara Rp 2.251.876.257.00
c. Kekurangan penerimaan Rp 7.354.932.367.89
d. Pemborosan Rp 9.772.195.440.11
e. Yang tidak diyakini kewajarannya Rp 93.058.747.083.40
f. Lebih pungut pajak Rp 1.356.334.734
g.Temuan administrasi Rp 185.984.604.211.62

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...