Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / BPS : Perekonomian Melambat, Pengangguran Meningkat

BPS : Perekonomian Melambat, Pengangguran Meningkat

Pengumunan oleh Badan Pusat Statisktik mengenai perekonomian Indoneisa di kuartal I/2015 tidak jauh berbeda dengan kondisi yang dirasakan beberapa pelaku usaha. Perekonomian Indonesia pada kuartal I/2015 melambat dan hanya mencapai 4,71 %, menurun jauh sebesar 0,43 % dibanding periode sama tahun 2014 sebesar 5,14 %. Perlambatan petumbuhan merupakan trend menurun sejak tahun 2012 pada kuartal tiga, dan pada kuartal I/2015 mencapai titik terendah.

Kepala BPS menyebutkan ada tiga hal yang menjadi penyebab melambatnya perekonomian Indonesia. Pertama adalah beberapa negara seperti Tiongkok yang menjadi mitra dagang Indonesia mengalami koreksi pertumbuhan di kuartal I/2015 semula 7,4 % menjadi 7 %. Kontribusi Negara Tiongkok ini terhadap ekspor Indonesia adalah sebesar 9 % sampai dengan 10 %, sehingga sangat berpengaruh sekali terhadap perekonomian negara ini.

Kedua adalah Perlemahan harga minyak dunia sehingga mempengaruhi tingkat harga komoditas. Sementara itu ekspor Indonesia masih bergantung pada komuditas.

Ketiga adalah aktivitas ekspor dan impor Indonesia yang mengalami penurunan pada kuartal I/2015. Nilai ekspor Indonesia menurun sebesar 11,7 % dan lebih parah lagi nilai impor barang Indonesia melorot sebesar 15 %.

Perlambatan ini mempengaruhi juga nilai tukar rupiah terhadap mata uang Amerika Serikat (US Dollar), nilai tukar jatuh hingga melewati level psikologis Rp. 13.000 dan melonjak hingga Rp 13.064 per US dollar.

Ditengah melambatnya pertumbuhan perekonomian, IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) pada hari Senin kemarin mengalami peningkatan sebesar 0,37 % menjadi 5.160,3 setelah dalam satu minggu kemarin merosot tajam.

Dampak lain yang dirasakan adalah meningkatnya pengangguran karena melemahnya ativitas industri. Pada bulan Februari 2015 pengangguran terbuka meningkat menjadi 5,81 % sama dengan 7,45 juta orang, dibanding posisi sama tahun 2014 cuma sebesar 7,15 juta orang atau 5,70 %.

Menko Perekonomian Sofyan Jalil mengakui bahwa perlambatan ekonomi dipengaruhi oleh perlemahan belanja modal pemerintah dan investasi langsung. Untuk menghadapi itu Menko menambahkan bahwa pemerintah sudah memulai tahap awal untuk menaikkan industri yang banyak menyerap tenaga kerja dengan memasukkan klausula tersebut dalam Peraturan Pemerintah No.18/2015 yang merevisi peraturan sebelumnya PP No.52/2011 tentang tax allowance.

Dalam PP yang baru tersebut Pemerintah akan memeberikan insentif pengurangan pajak bagi perusahaan yang menanamkan modalnya dan sanggup menyerap tenaga kerja sebanyak 1.000 orang selama 5 tahun akan diberikan tambahan pengurangan selama 2 tahun. Peraturan sebelumnya hanya memberikan fasilitas selama satu tahun bagi penanam modal yang menyerap 500 tenaga kerja selama lima tahun.

Below Article Banner Area

Baca Juga

amnesti_pajak889

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...