Home / Gaya Hidup / Kecantikan / Cara Mengendalikan Gejala Bipolar Disorder

Cara Mengendalikan Gejala Bipolar Disorder

Depresi

Orang yang mengalami gangguan bipolar atau bipolar disorder sebaiknya tidak lantas dijauhi. Penderita seharusnya tetap mendapatkan dukungan agar mampu mengendalikan gangguan psikologis yang menyerang mentalnya. Bipolar disorder bukanlah penyakit, namun masalah mental yang perlu dikontrol ke arah yang positif.

Penderitanya mengalami masalah dalam mengatur suasana hati (mood). Dia bisa mendadak bahagia berlebihan, dan sebaliknya dapat pula seketika merasa cemas hingga depresi. Akhirnya dengan sikapnya yang “abnormal” ini, lantas banyak orang yang memilih menghindarinya.

Bipolar disorder masih bisa dikendalikan. Disitat dari laman Artikelkesehatan99, beberapa cara yang bisa dilakukan seperti ini:

  1. Mengonsumsi obat yang bersifat antidepresi. Obat ini berguna untuk mengontrol mood agar gajala yang muncul tidak memburuk. Antidepressan bukan obat penyembuh, namun dapat mencegah penderita bertindak buruk dengan perubahan mood-nya. Tapi, konsumsi tetap harus dalam pengawasan dokter ahli.
  2. Kenali dan catat aktivitas harian. Kegiatan ini membantu penderita dan dokter untuk memahami tentang pribadinya, sekaligus menjadi catatan dokter dalam memberikan saran yang tepat agar mood terkendali.
  3. Mengikuti terapi bicara. Fungsinya sebagai jalan untuk memahamkan penderita tentang kondisinya, membimbing, hingga memberikan sokongan untuk mengatasi gejala yang bisa muncul sewaktu-waktu. Peran psikolog juga sangat diperlukan agar penderita bisa melakukan hal yang tepat.
  4. Mempertahankan ritme suasana hati. Orang dengan gangguan bipolar seakan mengalami tarik-menarik antara bahagia dan depresi. Penderitanya harus memahami situasi saat kambuh gejalanya dan segera berkonsultasi dengan dokter tatkala ada perubahan yang memungkinkan kambuh. Dengan demikian mood segera terkontrol.
  5. Melakukan pengendalian saat terjadi kekambuhan gejala. Saat penderita berada di salah satu mood — bahagia berlebihan atau depresi — mereka tetap harus mengendalikan perilakunya. Pasalnya, mereka bisa melakukan tindakan negatif yang membahayakan dirinya atau orang lain. Depresi dapat berujung menyakiti diri sendiri seperti bunuh diri atau minum alkohol. Sementara di waktu bahagia berlebihan, penderita merasakan kepercayaan diri yang luar biasa.
  6. Selalu mendapatkan dukungan lingkungan. Penderita bipolar disorder lebih mampu mengendalikan diri kalau lingkungannya ikut menyokong. Dia menjadi merasa nyaman dan kuat untuk menghadapi gangguan mentalnya.
  7. Mewaspadai penyakit lain yang bisa muncul. Kesehatan mental berhubungan dengan kesehatan fisik. Penderita bipolar disorder dimungkinkan juga berisiko mengalami masalah diabetes, penyakit jantung, migrain, hingga obesitas. Selain melakukan terapi mental, jangan lupa untuk cek kesehatan fisik.

Baca Juga

Jangan Belanja Saat Perut Kosong

Jika Anda berbelanja di supermarket dalam keadaan lapar, kemungkinan besar Anda justru akan membeli banyak ...