Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Ibu Kota / Cerita Lucky Hakim Ketika harus Memenuhi Permintaan Pemeras

Cerita Lucky Hakim Ketika harus Memenuhi Permintaan Pemeras

lucky-hakim_08

Pelaku pemerasan terhadap anggota DPR Lucky Hakim berhasil ditangkap oleh polisi. Dalam jumpa pers di sebuah restoran hari Minggu (21/6) ini, di Jakarta Pusat, Lucky menjelaskan kalau 3 orang yang selama ini memerasnya. Menurutnya, mereka adalah orang-orang yang berada dalam lingkungan politiknya saat akan maju sebagai Wakil Walikota Bekasi 2012 lalu. Ketiga orang tersebut disebutnya bernama Ruslan Siregar, Afrizal dan Iwan.

“Ketiganya sudah terkenal sebagai orang yang suka memeras pejabat-pejabat di Bekasi,” tutur Lucky.

Mereka, sambungnya, terus meminta uang mulai dari jumlah yang kecil hingga puluhan juta rupiah. Karena itu, akhirnya Lucky melaporkan mereka ke Polda Metro Jaya.

Ketiganya terakhir kali meminta uang, dimana Ruslan Rp 20 juta lebih, Afrizal Rp 25 juta dan Iwan sekitar Rp 100 juta. Tapi ternyata, walaupun sudah mengaku tak memiliki uang, Ruslan tetap meminta uang bahkan memaksa Lucky memberinya uang reses yang seharusnya untuk rakyat.

Karena terus didesak, akhirnya Lucky menyanggupi dengan mengatakan sebagian besar uang yang dipegangnya adalah uang dalam pecahan dollar Amerika Serikat yang dipinjamnya dari keluarga.

“Uang dollarnya pinjaman dari keluarga. Tapi mereka tidak peduli mau pinjaman atau bukan,” ucapnya.

Akhirnya diatur pertemuan, di sebuah restoran di Plaza Senayan. Di dalam pertemuan itu hanya ada Ruslan dan Afrizal yang hadir. Saat itu, Lucky meminta jaminan bahwa mereka tidak akan memerasnya lagi. Kemudian Afrizal menuliskan perjanjiannya dalam sebuah sms yang dikirim ke nomor telepon seluler Lucky bahwa ia tak akan meminta uang lagi dan jika masih meminta uang bersedia dilaporkan ke polisi.

“Ruslan menuliskan perjanjiannya dalam bentuk surat pernyataan. Namun dalam surat itu ditulisnya bahwa saya masih tetap harus memberikannya proyek-proyek CSR mitra BUMN saya di komisi VII selama 5 tahun. Tentu saja saya tidak bisa sanggupi itu,” ujarnya.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...