Home / Berita / Regional / Demo Kenaikan BBM Akibatkan Rusuh di Makassar

Demo Kenaikan BBM Akibatkan Rusuh di Makassar

Demo Kenaikan BBM Akibatkan Rusuh di Makassar
Rusuh Demo BBM Makasar ( tribunnews.com)
Demo Kenaikan BBM Akibatkan Rusuh di Makassar – Warga dan mahasiswa bentrok dan adu fisik terkait demo penolakan kenaikan BBM yang berlangsung di Makassar. Demo mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar berdemo tolak kenaikan harga BBM ini berlangsung di depan kampus Unismuh, Jalan Sultan Alauddin, Makassar. Kejadian rusush ini bermula saat mahasiswa yang mulai menyandra truk-truk pengangkut BBM dan melarang mereka beroperasi. Merasa kesal dengan ulah para Mahsiswa ini, dengan dibantu para supir, masyarakat dan warga sekitar pun akhirnya bersama-sama membalas aksi para mahsiwa ini dan melempari mereka dengan batu. Aksi lempar batu yang dilakukan oeh masyarakat dan warga ini ternyata membuat emosi para mahasiswa menjadi tersulut. Mereka pun balas melakukan pelemparan kepada warga dan supir yang kesal atas aksi demo mereka. Akibatnya peristiwa ini sempat mebuat kota Makasssar menjadi sedikit mencekam pada Selasa sore kemarin (11/06/2013 ) sampai ,menjelang malam, belum terlihat tanda-tanda suasana menjaid kondusif.

Website Detik menulis warga tersulut amarahnya setelah para mahasiswa memblokir jalan didepan kampus mereka. Blokir jalan ini menyebabkan sebuah mobil iring-iringan jenazah tak bisa lewat. Meski sempat terjadi silang pendapat yang menyulut emosi para rombongan pengantar jenazah, namun inisiatif mahasiswa yang membuka blokade jalan membuat susana sempat kondusif beberapa saat. Namun mahasiswa kembali berulah dengan menyandara dan melarang lewat sebuah truk pengangkut BBM milik Pertamina dan sebuah truk kontainer. Warga yang merasa tergangu akibat ulah mahasiswa ini kemudian mulai melempari para mahasiswa yangsedang berdemo tolak kenakan BBM ini. Perang batu antar kedua belah pihak ini berlangsung 2 kali. Yang pertama terjadi pada pukul 17.00 WITA dan perang batu yang kedua kali berlangsung pada Selasa sore pukul 19.00 WITA. Sayangnya polisi seolah tak berani bertindak tegas untuk menengahi perseturuan antara warga dan mahasiswa ini. Detik melansir bahwa Selasa malam polisi masih tampak berjaga di sisi timur kampus Universitas Muhammadiyah Makassar namun belum bisa melerai aksi bentrokan ini.

Sampai sekitar pukul 21.00 WITA, Akses jalan Sultan Alauddin masih ditutup dan belum bisa dipergunakans ebagimana mestinya. Polisi yang masih berjaga di lintas perbatasan Gowa-Makassar masih mencoba melakukan pendekatan persuasif untuk menenangkan kedua belah pihak yang bentrok ini.

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...