Home / Berita / Regional / Di Lombok & Sumbawa, Juga Beredar luas Sandal Berlafadz Allah

Di Lombok & Sumbawa, Juga Beredar luas Sandal Berlafadz Allah

sandal-berlafadz-allah

Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk menghentikan peredaran sandal berlafadz Allah, mengingat alas kaki produksi PT Pradipta Perkasa Makmur itu, diketahui telah beredar di Pulau Lombok dan Sumbawa.

Kapolda NTB lewat Kabid Humas AKBP Tri Budi Pangastuti, menyampaikan perintah itu sesuai dengan instruksi pimpinan yang meminta para kapolres untuk mewaspadai dan mengantasipasi adanya penjualan sandal itu.

“Pimpinan sudah meminta para kapolres untuk mengecek ke toko-toko. Ini adalah salah satu langkah untuk mengantisipasi gejolak yang tidak diinginkan,” ujar Tri Budi, Sabtu (17/10) seperti dilansir sebuah media online.

Instruksi itu sendiri disampaikannya, setelah ada temuan sandal berlafadz Allah yang dijual di wilayah Lombok Barat dan Bima. Oleh karena itu, Polda NTB memerintahkan jajarannya untuk menarik sandal yang dinilai menghina umat muslim itu.

Ditambahkan olehnya, peredaran sandal itu diketahui terjual bebas di pasaran setelah seorang warga hendak membelinya, dan saat dicek, ternyata di bagian bawah sandal terdapat kaligrafi yang berlafadzkan Allah.

“Semuanya ditemukan di pasar, jadi kami minta sandal-sandal itu langsung ditarik dan diamankan,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta masyarakat, kalau menemukan sandal berlafadz Allah, diharapkan untuk melaporkan ke aparat kepolisian setempat. Disamping itu, ia juga meminta kepada para pedagang untuk menarik barang dagangannya dan tidak lagi menjajakannya.

“Kalau ketemu, laporkan segera, supaya tidak beredar luas dan langsung diamankan,” imbuhnya.

Kami, sambungnya, sudah bertemu dengan MUI NTB dan menjalin kerja sama, agar mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat.

 

 

 

 

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...