Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Di Mata Kaum Lelaki, Seperti Apa 9 “Srikandi” Menjadi Pansel KPK?

Di Mata Kaum Lelaki, Seperti Apa 9 “Srikandi” Menjadi Pansel KPK?

25.korupsi gedung kpk

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan nama panitia seleksi (Pansel) untuk memilih pimpinan KPK. Sembilan orang yang dipilih Jokowi semuanya perempuan. Keputusan Presiden mengundang beragam pendapat dari berbagai pihak.

Seperti apa pendapat mereka, khususnya para kaum lelaki memandang 9 perempuan menjadi Pansel KPK. Berikut rangkuman opininya :

Jenderal Pol Badrodin Haiti, Kapolri :
“Nggak apa-apa, silakan kita dukung. Mudah-mudahan bisa lebih baik, karena pada umumnya kalau perempuan kan bisa lebih teliti. Siapapun nanti yang dipilih menjadi calon pimpinan KPK, kita serahkan ke Pansel. Itu sudah ada kriteria, sehingga mereka bisa menyajikan calon-calon yang lebih baik.”

HM Prasetyo Jaksa Agung :
“Harapannya kita akan ditemukan komisioner-komisioner yang tepat dan baik dan berintegritas dan professional. Pansel tersebut harus mempunyai integritas dan tidak dapat ditarik ke kepentingan tertentu. Integritas yang penting, bagaimana pansel itu sendiri tidak punya kepentingan apa-apa kecuali mencari komisioner yang baik. Jangan meragukan akademisi.”

Pratikno, Mensesneg :
“Jokowi ingin membangun KPK menjadi lembaga negara yang berwibawa dan mampu bersinergi dengan lembaga-lembaga penegak hukum lainnya dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Pimpinan KPK yang dipilih pansel nantinya diharapkan bukan hanya berintegritas, melainkan juga memiliki kompetensi yang lengkap.”

Teten Masduki, Tim Komunikasi Presiden :
“Pansel KPK itu perempuan luar biasa yang dipilih oleh presiden. Orang biasa yang melakukan terobosan luar biasa. Jokowi hanya bilang Pansel KPK harus netral dan profesional, dengan keahlian yang lengkap. Tapi bukan kali ini Presiden memilih perempuan. Pada waktu jadi wali kota Solo, Jokowi juga pilih kepala Satpol PP perempuan. Selain itu, (di kabinet) jumlah menteri‎ perempuan terbanyak selama republik ini berdiri.”

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR :
“Alhamdulillah, berarti kan ada cinta nanti di KPK. KPK memerlukan cinta, KPK tidak memerlukan kekuasaan. Semoga nanti komisioner KPK yang terpilih tidak sekadar tunjuk jago dan tepuk dada. Sehingga hasilnya nanti adalah komisioner yang juga pemikir, bukan sekedar membuat orang malu. Saya berharap pansel dapat bekerja sama dengan DPR dalam memilih komisioner KPK. Pimpinan KPK nanti harus negarawan yang tidak tergoda oleh politik praktis.”

Taufik Kurniawan, Wakil Ketua DPR :
“Harapannya tidak hanya sekedar apresiadi gender tapi harapkan aspek profesionalisme. Perempuan kan kadang-kadang istilahnya bisa melihat objektif, lebih tertata, dingin suasana tapi dengan penuh aspek profesionalisme. Sembilan orang pansel KPK sebagai figur yang ahli di bidang masing-masing. Mari kita beri kesempatan pada gender ini dan insya Allah kita hasilkan calon pimpinan KPK yang lebih baik.”

Taufiequrachman Ruki, Plt Ketua KPK :
“Silakan saja, tidak ada pembatasan gender baik sebagai pimpinan KPK dan sebagai Pansel Pimpinan KPK. Seorang pemimpin akan memiliki moral jika dilahirkan oleh seorang ibu yang bermoral. apalagi, mereka memiliki keilmuan di atas rata-rata. Prinsip saya anak yang sehat, kuat, cerdas dan bermoral hanya bisa dilahirkan dan dibesarkan dari ibu dengan kualitas yang sama.”

Johan Budi, Plt Pimpinan KPK :
“Keputusan Pak Jokowi saya kira positif. Kami optimis dengan Pansel yang multi disiplin ilmu, semoga bisa diperoleh pimpinan KPK yang diharapkan. Ini terobosan baru dengan mengikutsertakan pakar-pakar bukan soal hukum saja, tapi juga ada manajemen, teknologi, psikologi. Kalau soal laki-laki atau perempuan, saya kira tidak jadi persoalan. Yang penting apakah Pansel ini capable dan punya integritas. Dan yang penting tidak punya afiliasi apapun dengan parpol tertentu.”

Erry Riyana, Mantan Pimpinan KPK :
“Saya pikir bagus agar lebih sensitif. Multi disiplin dan ragam profesi serta berintegritas, sekurang-kurangnya sebagian besar yang saya kenal baik. Wanita-wanita tersebut bisa diandalkan kebal pengaruh politik. Saya mewanti-wanti agar Pansel bisa memiliki akses data ke berbagai lembaga : PPATK, KPK, Polri, OJK, BI, dan BIN. Masyarakat aktif mengawal dgn memberi masukan maksimal, bersih dan faktual.”

Busyro Muqoddas, Mantan Wakil Ketua KPK :
“Tentu Presiden sudah perhitungkan kapasitas, track record dan independensi pansel. Termasuk mengapa unsur wanita semuanya. Semoga bukan karena soal selera dan persepsi gender yang berlebihan, sehingga tak satupun laki-laki (dipilih) yang juga banyak yang kompeten dan teruji. Tim Pansel perlu sepakat tentang pentingnya paradigma seleksi yang bukan hal teknis prosedural. Tetapi seleksi sebuah lembaga negara yang lahir sebagai jawaban atas tuntutan reformasi sebagai anti klimaks prilaku korupsi dan budaya koruptif sebagai akar korupsi rezim orde baru.”

Budi Gunadi Sadikin Dirut Bank Mandiri :
“Bu Destry (Ketua Pansel KPK,red) orang baik, berintegritas tinggi, pintar, idealismenya tinggi. Makanya kita semua berdoa supaya dia bisa jalankan tugasnya dengan baik, sebaik-sebaiknya.”

Syafii Maarif, Ketua Tim 9 :
“Saya berpikir positif, tunggu saja kinerjanya. Mudah-mudahan berani menentang arus. Siapa tahu Srikandi-srikandi ini betul-betul kinerjanya. Kalau (kinerja mereka) bagus maka akan dipuji dan bangsa ini berterima kasih. Saya berharap lebih mengedepankan kepentingan kebangsaan. Siapa tahu mereka terobosannya bagus. Beberapa yang saya kenal oke-oke dan bagus-bagus (kinerja dan integritasnya).”

Saldi Isra, Pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Padang :
“Ini jalan tengah presiden, di antara berbagai dorongan nama yang muncul selama ini. Ini juga eksperimen menarik karena kita bisa lihat nanti kalau pansel perempuan semua, kira-kira kecenderungannya bagaimana. Mungkin juga mempertimbangkan soal penerimaan DPR terhadap pansel dan nama yang dihasilkan pansel.Bila orang-orang yang menjadi pansel tidak disukai oleh DPR, hal itu akan mempengaruhi kinerja pansel. Oleh sebab itu, Saya mengapresiasi jalan tengah yang diambil Jokowi.”

Hendardi, Ketua Setara Institute :
“Tentu menarik dan sensasional mengapa Presiden Jokowi memilih pansel perempuan semua. Namun, yang dipilih adalah orang-orang yang terpercaya dan memiliki kredibilitas. Saya tidak mempermalahkan bila ketua dan anggota Pansel KPK adalah perempuan. Dalam berpolitik terkadang diperlukan hal-hal sensasional. Tidak ada bedanya apabila yang dipilih laki-laki. Selama ini perpolitikan Indonesia lebih didominasi oleh laki-laki. Dengan keberadaan perempuan dalam Pansel KPK, hal itu menunjukkan bahwa perempuan Indonesia juga bisa maju dan terlibat dalam pengambilan keputusan.”

Muradi, Ketua Pusat Studi Politik & Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Bandung :
“Langkah ini dalam  perspektif politik justru merupakan terobosan politik yang patut diapresiasi. Apalagi sembilan orang tersebut adalah figur yang kompeten di bidangnya masing2 yang terkait dengan pemberantasan korupsi. Sehingga pilihan presiden ini harus dihargai dan didukung. Ini pesan politik serius bagi DPR, khususnya Komisi 3 bahwa proses seleksi ini akan sangat ketat dan menutup peluang terjadinya transaksi politik dalam penentuan lima nama pimpinan KPK di DPR.”

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...