Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Di Negara ini Banyak Orang Tua Jual Perawan Anaknya Berdasarkan Sertifikat Dokter

Di Negara ini Banyak Orang Tua Jual Perawan Anaknya Berdasarkan Sertifikat Dokter

Mira Sorvini bersama anak-anak Kamboja
Mira Sorvini bersama anak-anak Kamboja

The Freedom Project, sebuah organisasi nirlaba  Amerika Serikat yang bekerja untuk Hak Asasi Manusia menemukan sebuah fenomena sangat memprihatinkan di Kamboja, tentang banyaknya orang tua yang menjual keperawanan anaknya untuk membantu  ekonomi keluarga. Harga perawan itu rata-rata US$ 1.500 atau sekitar Rp 20 juta. Artis pemenang Oscar yang juga aktivis hak asasi manusia Amerika,  Mira Sorvino, terlibat dalam penelitian ini.

Bisnis keperawanan anak ini sudah marak terjadi di negara itu sejak beberapa tahun terakhir ini seiring tekanan ekonomi yang kian berat. Kantor berita CNN sempat menjadikan kasus ini sebagai laporan utama yang dipublikasikan 3 April lalu.

“Ini sebuah tindakan yang sangat memprihatinkan. Harusnya Pemerintah Kamboja menghentikan  kejahatan seperti ini,” kata Mira Sorvino.

Anak-anak yang dijual itu biasanya berusia 12 tahun – 15 tahun. Mereka tidak kuasa melawan kehendak orang tua, sebab beratnya tekanan ekonomi keluarga.

Dalam laporannya, The Freedom Project menyebut salah satu kisah  tentang Kieu, seorang gadis berusia 12 tahun, yang diminta ibunya bekerja sebagai pekerja seks. Sebelum menjual mahkota si anak, Kieu oleh ibunya dibawa ke dokter dulu. Di sana ia menjalani pemeriksaan untuk memastikan bahwa Kieu masih perawan.

Mira Sorvino memeluk seorang anak Kamboja
Mira Sorvino memeluk seorang anak Kamboja

Setelah itu dokter akan mengeluarkan sertifikat sebagai jaminan bahwa Kieu benar-benar perawan. Sertifikat itu menjadi senjata utama bagi orang tua untuk menjual anaknya ke hidung belang dengan harga  tinggi.

Usai mendapat sertifikat ini, Kieu kemudian dikirim ke sebuah hotel, di mana sudah ada seorang pria yang menunggunya. Di hotel inilah, Kieu menjadi budak seks selama dua hari.  Ia harus melayani 3-6 laki-laki per hari. Begitulah hari-hari kelam yang pernah menjadi bagian dari sejarah seorang Kieu. Masa kanak-kanak Kieu pun dihabiskan dengan melayani banyak pria.

Ada banyak anak Kamboja yang mengalami nasib seperti Kieu. Sejauh ini pemerintah setempat tidak melakukan tindakan apapun untuk menghentikan kebiasaan buruk ini.

Sorvino yang menjabat sebagai UNODC Goodwill Ambassador against Human Trafficking mendorong masyarakat dunia memberi tekanan kepada Kamboja untuk menghentikan tradisi yang sangat memalukan ini.  *** Reuter

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...