Home / Berita / Politik / Dianggap Hina Wiranto, Hanura Ingin Pentolan FPI Minta Maaf!

Dianggap Hina Wiranto, Hanura Ingin Pentolan FPI Minta Maaf!

“Kami memberikan waktu 1×24 jam kepada Habib Rizieq” ungkap Ketua DPP Partai Hanura, Miryam S Haryani (Selasa, 5/4/2016).

Dianggap Hina Wiranto, Hanura Ingin Pentolan FPI Minta Maaf!

Partai Hanura rupanya tak terima atas pernyataan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab yang dianggap menghina Ketua Umum DPP Partai Hanura Wiranto. Ketua DPP Partai Hanura, Miryam S Haryani menyatakan ‎pihaknya berharap Habib Rizieq Shihab itu meminta maaf.

Kami memberikan waktu 1×24 jam kepada Habib Rizieq terhitung sejak pernyataan ini kami keluarkan agar meralat pernyataannya dan meminta maaf secara langsung kepada Bapak Wiranto serta diumumkan melalui media massa nasional” ungkap Miryam, Selasa (5/4/2016).

Angota Komisi V DPR ini menegaskan, jika permintaan tersebut tidak ditanggapi Rizieq, pihaknya akan membawa hal tersebut ke ranah hukum. Lebih jauh, Miryam menilai, apa yang disampaikan Rizieq tersebut tidak mencerminkan sebagai pemimpin suatu ormas.

‎”Apabila hal tersebut tidak dilakukan, maka kami akan membawa kasus ini ke ranah hukum.‎ Mengecam keras aksi pelecehan dan pencemaran nama baik yang telah dilakukan oleh Habib Rizieq terhadap Pak Wiranto yang tidak lain adalah Ketua Umum Partai Hanura” tambahnya.

Sebelumnya beredar rekaman gambar di kanal berbagi video Youtube dengan durasi 30 detik saat Habib Rizieq menjadi orator dalam unjuk rasa. Dalam video tersebut, Habib Rizieq mengatakan ada salah seorang Jenderal yaitu Wiranto mendukung ‎Ahok dalam Pilkada DKI 2017 mendatang.

Untuk itu Rizieq mengganti nama Wiranto menjadi Wiranti, karena dinilai tidak memikirkan hati nurani rakyat Jakarta. Situasi inilah yang akhirnya membuat pihak Partai Hanura geram, sekaligus meminta ‘pentolan’ FPI itu meminta maaf karena telah menghina Wiranto.

 

Baca Juga

Ini Isi Puisi Fadli Zon untuk Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, rupanya disambut oleh Wakil Ketua DPR ...

One comment

  1. Habib Rizieq (HR) pimpinan Front Pembela Islam (FPI), ormas anarkis, bikin rusuh lagi. Kali ini memang keterlaluan. Saat berorasi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Senin, 4 April 2016,
    ia menghina Ketua Umum HANURA disertai ucapan provokatif berbau rasis.
    HR menyatakan tidak takut menghadapi Wiranto. Bahkan FPI siap ‘perang’ dengan partai Hanura! Tanggapan Ketua DPP Hanura Dadang Rusdiana: “Kalau HR tidak bisa menghargai perbedaan pandangan dalam berdemokrasi, saya sarankan dia untuk pindah ke gurun pasir saja!”
    Hampir senada Walikota Rotterdam kota kedua Belanda (bernama Ahmed Aboutaleb, Muslim asli kelahiran Maroko yang memimpin masyarakat Kristiani Belanda!). Ia menyerukan kepada para imigran Muslim, kalau tidak bisa menghargai cara hidup dalam peradaban Barat: ”Segeralah mengemas koper dan angkat kaki dari sini!”
    Ada dua kejadian menggemparkan: HR dalam orasinya, mempelesetkan PANCA SILA menjadi PANCA GILA! Ucapan HR paling kurang ajar dan paling ‘brutal’ sepanjang sejarah bangsa Indonesia. Tidak hanya sampai di situ, HR juga menuduh mantan Pejuang PANCA SILA, kini telah menjadi Penjilat PANTAT CINA!” Astaga! Pantaskah ulama berbicara seperti itu? Pernyataan itu begitu kasar, kotor dan paling ‘vulgar’ diucapkan sepanjang sejarah bangsa Indonesia.
    Pak Joko Widodo, Presiden R.I. perlu turun tangan segera membela harkat dan martabat bangsa terhadap upaya pelecehan dan pencemaran terhadap Pondasi dan Falsafah Negara RI. Dari siapapun datangnya (termasuk dari HR!) melalui Irjen. Pol. Drs. Moechgiyarto, Kapolda DKI Jakarta.
    HR hendaknya dipenjarakan dan menjalankan de-radikalisasi. Apabila pada akhir penahanan, proses de-radikalisasi tidak berhasil 100 %, HR hendaknya dijadikan persona non grata: Orang yang tidak disuka. Ia harus diusir dan dideportasi ke negara lain (jauh dari negeri ini, misalnya, Timur Tengah).