Home / Berita / Regional / Diangkut Pakai Truk, 15 Kambing Pesanan di Yogyakarta Mati

Diangkut Pakai Truk, 15 Kambing Pesanan di Yogyakarta Mati

“Karena diangkut pakai truk. Terus truknya dibikin dua tingkat, yang mati-mati itu 15 dari 19 kambing yang ditaruh bawah” ungkap Sofyan, Senin (12/9/2016).

diangkut-pakai-truk-15-kambing-pesanan-di-yogyakarta-mati

Kepala SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta, Sofyan kaget lantaran 15 ekor kambing pesanannya mati saat tiba di sekolah. Ternyata kambing-kambing itu mati karena kehabisan napas. Kambing-kambing itu diangkut dari Karanganyar Jawa Tengah ke Yogyakarta. Hewan kurban itu diangkut dengan truk yang dibuat 2 tingkat.

“Karena diangkut pakai truk. Terus truknya dibikin dua tingkat, yang mati-mati itu 15 dari 19 kambing yang ditaruh bawah. Kita lihat sudah kaku. Ketahuan matinya ya sampai sini” ungkap Sofyan di Yogyakarta, Senin (12/9/2016).

Sementara itu 4 ekor kambing lainnya yang juga diangkut di truk yang sama ditemukan dalam kondisi lemas. Sofyan menjelaskan sekolahnya memesan 103 ekor kambing dari penjual yang berdomisili di Karanganyar. Dari jumlah tersebut, tahap pertama dikirimkan sebanyak 51 ekor pada Sabtu (10/9) siang.

Insiden tersebut sempat membuat bingung pihak sekolah sebab kambing-kambing itu rencananya akan dibagikan ke sekitar 40-an instansi siang itu juga. Sesaat setelah mendapati belasan kambing pesanannya mati, Ketua Panitia Kurban SD Muhammadiyah Sapen Muhyidin langsung menghubungi penjual lewat telepon.

“Tamunya sudah datang semua. Dan yang antarkan kambing juga terlambat, karena Sabtu kemarin jalan Solo ke Yogyakarta macet. Jadi kambing-kambing itu sekitar 4 jam di perjalanan. Saat itu juga beliau mengatakan siap mengganti 19 ekor. Langsung dibawa pulang semua yang mati dan yang lemas” ungkap Muhyidin.

Muhyidin mengaku sangat kagum dengan kebesaran hati pihak penjual yang dengan cepat bertanggungjawab atas peristiwa ini. Ganti rugi dilakukan keesokan harinya pada Minggu (11/9) siang. Model pengangkutan dengan truk yang dibuat bertingkat, kata Muhyidin baru terjadi kali ini.

“Sudah tiga tahun ini pesan sama beliau. Baru kali ini kejadian dan nggak kapok besok pesan ke sana karena orangnya sangat tanggung jawab, pelayanannya bagus” tegas Muhyidin, seperti dilansir Detik.

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...