Home / Berita / Nasional / Dibalik Cerita Andi Widjajanto Saat Menjadi Pembantu Presiden

Dibalik Cerita Andi Widjajanto Saat Menjadi Pembantu Presiden

image.php

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu (12/8) kemarin, mengumumkan reshuffle kabinet dan langsung melantik lima orang menteri dan seorang sekretaris kabinet. Mereka adalah Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Maritim Rizal Ramli, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Bappenas Sofyan Djalil, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Salah seorang yang terkena reshuffle adalah Andi Widjajanto. Ia sebelumnya menduduki posisi Sekretaris Kabinet (Seskab).

Bagaimana kesan Andi Widjajanto ketika masih menjabat sebagai pembantu Presiden Jokowi selama 10 bulan?

Andi menceritakan bahwa pekerjaan yang dibebankan kepadanya berbeda dengan latar belakang pendidikan yang ia miliki.

“Latar belakang akademisi, militer pertahanan dan intelijen,” ungkap Andi.

Disamping latar belakang, pekerjaan yang dilakukan kepadanya cukup banyak dan dinamis. Andi mengungkapkan kalau dirinya bisa mengurus tiga hingga empat isu di 34 kementerian.

“Yang paling luar biasa adalah ketika saya harus mengelola 34 kementerian dan sekian lembaga yang isunya sangat beragam. Pertama 3 bulan, pagi pupuk, jam 11 kereta api, jam 1 bisa bola, jam 3 pindah KPK,” jelas Andi.

belum lagi, sambung Anda, dirinya harus menghadapi awak media yang bertanya mengenai segala isu yang berkembang di pemerintahan.

“Belum lagi kalau teman-teman wartawan kalau nanya A sampai Z, seolah-olah Seskab itu ensiklopedia,” imbuhnya.

Andi sendiri baru mendengar dirinya terkena reshuffle oleh Presiden Jokowi sehari sebelum pengumuman. Diakui olehnya, pemberitaan gencar yang menyebut dirinya salah satu pembantu Presiden yang akan direshuffle.

Ketika dipanggil oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Andi mengatakan dirinya legowo menerima segala keputusan orang nomor satu dan nomor dua di Republik Indonesia ini.

“Waktu manggil mengatakan ada kebutuhan meningkatkan kinerja kabinet, lalu saya mengatakan, saya bisa memahami keputusan bapak, saya mengucapkan terimakasih yang luar biasa bisa mendampingi selama 10 bulan. Minta maaf kalau ada salah,” ungkap Andi.

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...