Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Digunakan 350 juta orang, Bahasa Melayu didorong jadi bahasa pengetahuan

Digunakan 350 juta orang, Bahasa Melayu didorong jadi bahasa pengetahuan

berita_174914_800x600_IMG_20150615_141225

“Bahasa Melayu memiliki arti sejarah yang tinggi. Bahasa Melayu menjadi salah satu bahasa yang digunakan dalam Sumpah Pemuda yang merupakan sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” ungkap Gubernur Kepri HM Sani dalam sambutan pembukaan Kongres Bahasa Melayu di Batam, Kepulauan Riau, hari Minggu (15/6).

Ke depan, lanjutnya, kita akan bangun Monumen Bahasa Melayu di Pulau Penyengat. Penyengat memiliki nilai luhur dasar dari sejarah Melayu di Kepri. Sehingga, dalam waktu dekat monumen bahasa segera didirikan disana.

Sementara itu Walikota Batam Ahmad Dahlan menuturkan bahwa pengguna Bahasa Melayu ada sekitar 350 juta orang, bukan jumlah kecil. Bisa menjadi bahasa internasional.

Kami, lanjutnya, ingin meninggikan Bahasa Melayu menjadi bahasa pengetahuan, bahasa yang digunakan dalam ilmu pengetahuan.

“Bahasa Melayu adalah bahasa ke empat yang paling banyak digunakan di dunia, setelah Bahasa Tiongkok, Bahasa Inggris dan Bahasa Spanyol, karena itu sepatutnya menjadi bahasa pengetahuan,” kata Dahlan.

Dirinya cukup khawatir penggunaan Bahasa Melayu yang semakin tergeser dengan Bahasa Inggris dalam pengantar ilmu pengetahuan. Banyak orang merasa Bahasa Melayu adalah kuno, sedang Bahasa Inggris adalah bahasa modern.

Ia menilai, kebanyakan ilmuwan merasa lebih modern jika menggunakan Bahasa Inggris dalam penyampaian pengetahuannya, padahal kata yang digunakan memiliki padanan dalam Bahasa Melayu.

“Ada perasaan bahwa masa kini cukup berjarak dengan Bahasa Melayu. Untuk menjadi bahasa dunia. Tidak cukup hanya berlandaskan dari jumlah penuturnya,” tuturnya.

Sedangkan Wakil Ketua Gabungan Persatuan Penulis Nasional Malaysia Dato Zainal Abidin Borhan menuturkan bahwa penggunaan Bahasa Melayu sebagai Bahasa Pengetahuan di Malaysia sempat redup.

Pemerintah Malaysia lebih mendorong pengajar menggunakan Bahasa Inggris sebagai pengantar pengetahuan, seperti matematika, pengetahuan alam dan sebagainya.

Padahal, sambung Dato, anak-anak akan lebih memahami jika bahasa pengantar adalah bahasa ibu mereka.

Tapi, berkat perjuangan pemerhati kebudayaan di negara itu, maka sejak beberapa tahun terakhir, penggunaan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengetahuan mulai ditingkatkan kembali.

Kongres Bahasa Melayu di Batam, Kepulauan Riau sendiri dihadiri sejumlah pakar Bahasa Malayu, pemerhati, sejarawan dari beberapa negara serumpun diantaranya Malaysia, Singapura, Thailand, dan Laos. Hari Senin (15/6), para peserta kongres yang akan membedah Bahasa Melayu dari sisi sejarah, kesenian, dan budayanya.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...