Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Dihujat Banyak Orang, Ini Reaksi Pemilik Cafe Jamban!

Dihujat Banyak Orang, Ini Reaksi Pemilik Cafe Jamban!

“Saya Muslim,dan dalam konteks sanitasi, ada sunnahnya” kata pemilik Kafe Jamban, Budi Laksono.

Dihujat Banyak Orang, Ini Reaksi Pemilik Cafe Jamban!

Seperti yang diketahui jika munculnya Cafe Jamban mendapatkan respon besar dari masyarakat. ada yang pro, namun tak sedikit pula yang kontra. Pemilik Kafe Jamban, Budi Laksono (52) ternyata sudah 15 tahun peduli dengan sanitasi di Indonesia.

Ratusan ribu jamban sudah dibuatnya untuk membantu warga yang belum memiliki akses sanitasi. Budi merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang dan Queensland University of Technology Australia.

Tidak hanya itu, dia juga mendapatkan gelar doktor di Universitas Diponegoro Semarang. Sejak 15 tahun lalu, Budi mulai melihat kondisi sanitasi Indonesia yang ternyata banyak warga belum memiliki jamban.

“Isu ini penting 49 juta orang Indonesia belum punya jamban, sedangkan kasus kematian termasuk anak-anak sangat tinggi akibatnya seperti infeksi usus, tipus, atau diare” kata Budi.

Berawal dari tesisnya berjudul Katajaga (kampung total jamban keluarga) Balatrine, ia mulai meneliti dan beraksi membuatkan jamban bagi warga yang belum memilikinya. Dibantu istrinya Dra Sri Peni Hernawati (49), kegiatan tersebut terus berkembang.

Usahanya itu juga diapresiasi oleh Kodam IV Diponegoro dan diajak kerjasama untuk program jambanisasi. Pemerintah Kota Semarang juga turut membantu pendanaan jambanisasi tersebut. Hingga saat ini ada sekitar 173 ribu jamban yang dibuatnya bersama yayasan Wahana Bakti Sejahtera Semarang miliknya.

Relawan yang membantunya biasanya berasal dari mahasiswa yang diajarnya di Undip dan Universitas Negeri Semarang. Sosialisasi yang baru-baru ini yaitu Kafe Jamban yang dibuka sejak sekitar 2 bulan lalu.

Dengan cafe yang harus reservasi itu, Budi memberikan pemahaman tentang peran pengunjung untuk menyadarkan masyarakat tentang sanitasi, dan bonusnya akan ada atraksi menyantap kuliner melalui jamban jongkok di atas meja.

Sayangnya banyak yang belum mengetahui maksud dari Kafe Jamban tersebut sehingga banyak komentar miring dan menghujat Budi. Namun ia menanggapinya santai dan tetap melanjutnya apa yang dia yakini benar itu.

“Kita beri motivasi, ada 10 pemahaman. Kalau kita pahamkan maka akan tergerak punya jamban. Ilmu nomor 8 itu kalau punya jamban berarti mengikuti Sunnah Rasul, kalau tidak berarti menzolimi orang lain karena menyebabkan penyakit akibat bakteri feses” tambah Budi.

“Saya Muslim dan dalam konteks sanitasi, ada sunnahnya. Pertama hindari buang air di air mengalir karena menyebarkan kuman dan bakteri, kemudian jangan di pinggir jalan karena terkait dengan aurat, ketiga jangan di bawah pohon karena mengganggu orang. Dulu orang banyak beristirahat di bawah pohon” pungkasnya.

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...