Home / Berita / Ibu Kota / Diperkirakan, Ternyata Harga Kemacetan di Jakarta Nilainya Sekitar Rp150 triliun setahun

Diperkirakan, Ternyata Harga Kemacetan di Jakarta Nilainya Sekitar Rp150 triliun setahun

macet libur natal

 

Seperti diketahui kalau Jakarta dikenal dengan kemacetannya. Lalu, berapa kira-kira “harga” kemacetan yang terjadi di DKI Jakarta? Menurut Dinas Perhubungan Pemerintah DKI Jakarta seperti mengutip data Masyarakat Transportasi Indonesia, yaitu sekitar Rp150 triliun setahun.

“Data itu dilaporkan oleh Masyarakat Transportasi Indonesia kepada kami,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, di Bekasi, Senin (25/4) seperti dikutip dari Antara.

Uang sebesar Rp150 triliun setahun tersebut hampir separuh dana APBN saban tahun untuk sektor pendidikan. Kalau harga satu mobil SUV baru sekitar Rp150 juta maka biaya kerugian akibat macet itu setara penjualan 1.000.000 unit mobil itu dalam setahun.

Penjualan mobil baru di Indonesia juga sekitar 1.000.000 unit setahun. Belum lagi penjualan sepeda motor.

Menurutnya, banyak lagi biaya sosial yang dihabiskan masyarakat selama bermacet-macet di jalan, mulai dari biaya BBM kendaraan hingga biaya kesehatan akibat polusi udara. Namun tidak diungkap nilai kerugian secara kualitatif yang lain, misalnya biaya kerugian kesempatan usaha karena waktu habis di jalan.

Dengan besaran nilai kerugian itu, lanjutnya, adalah angka fantastis yang selama ini ditanggung masyarakat.

Saban hari ada 2 juta orang yang melaju di DKI Jakarta dan sekitarnya. Dinas Perhubungan DKI Jakarta masih memetakan sejumlah titik kemacetan di Jakarta berdasarkan kapasitas tampung jalan maupun pertumbuhan kendaraan di kawasan setempat.

 

 

 

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...