Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Ibu Kota / Direktur RS Sumber Waras Beberkan Kronologis Penjualan Lahan ke DKI, Ini Lengkapnya

Direktur RS Sumber Waras Beberkan Kronologis Penjualan Lahan ke DKI, Ini Lengkapnya

rs sumber waras66

 

Seperti diketahui akhir-akhir ini ramai diberitakan polemik tentang pembelian lahan RS Sumber Waras. BPK mengeluarkan hasil audit yang menyebut terdapat kerugian negara sebesar Rp191 Miliar dari pembelian lahan RS Sumber Waras.

Tentang hal ini, Direktur Umum Rumah Sakit Sumber Waras Abraham Tejanegara menjelaskan seputar penjualan lahan milik Yayasan Kesehatan Sumber Waras ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2014.

“Pada prinsipnya, kami tidak pernah menawarkan rumah sakit pada DKI,” ujar Abraham saat jumpa pers di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta, Sabtu (17/4) seperti dilansir Antara.

Pada bulan November 2013, Yayasan Kesehatan Sumber Waras mengadakan pengikatan jual-beli dengan PT Ciputra Karya Utama (CKU) atas sebidang tanah seluas 3,6 hektare.

Mereka kemudian menjual lahan itu kepada PT CKU seharga Rp15.500.000 per meter persegi, di atas nilai jual objek pajak 2013 seharga Rp12.195.000.

Tetapi sampai Maret 2014 perusahaan itu belum berhasil mengubah peruntukan lahan dari untuk sarana kesehatan menjadi sarana rumah susun, karenanya sesuai kesepakatan, perjanjian jual beli itu batal demi hukum.

Kemudian pada Mei 2014, yayasan melihat pemberitaan di televisi, berupa teks berjalan, bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang ketika itu menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta telah membeli Rumah Sakit Sumber Waras senilai Rp1,7 triliun.

Berita itu kemudian berkembang di media massa dan mempengaruhi operasional rumah sakit. Oleh Sebab itu, kemudian Abraham menemui Ahok.

Ketika diadakan pertemuan pada tanggal 6 Juni 2014, menurut Abraham, Ahok menyatakan bahwa peruntukan lahan tidak mungkin diubah karena Jakarta kekurangan rumah sakit.

Pada pertemuan tersebut, Ahok Basuki juga menanyakan mengapa yayasan tidak menjual lahan tersebut kepada DKI.

Yayasan pun akhirnya melakukan pertemuan dengan PT CKU dan sepakat membatalkan penjualan. Sumber Waras kemudian menjualnya ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Penandatanganan akta pelepasan hak dari rumah sakit ke DKI dilangsungkan pada 17 Desember 2014.

Adapun harga tanah yang mereka tawarkan pada negosiasi pertama berdasarkan dengan NJOP 2014, Rp20.755.000 per meter persegi, dan harga bangunannya Rp25 miliar.

Negosiasi, sambung Abraham, dilakukan dengan Dinas Kesehatan, dan akhirnya terjadi kesepakatan bahwa tanah dijual dengan harga sesuai NJOP dan DKI tidak perlu membayar bangunan Rp25 miliar serta surat-menyurat untuk keperluan balik nama.

Sementara sertifikat tanah yang dijual kepada DKI menyatakan status tanah adalah Hak Guna Bangunan seluas 36.410 meter persegi beralamat di Jalan Kyai Tapa.

“Di dalam sertifikat ada surat ukur, menyatakan Jalan Kyai Tapa,” papar Abraham.

Abraham menyatakan yayasan setuju menjual lahan ke Pemerintah Provinsi DKI karena akan digunakan untuk membangun rumah sakit kanker dan memutuskan menjualnya dengan harga sesuai NJOP.

Sedangkan pembayaran pembelian lahan itu dilakukan pada akhir 2014. Abraham mengaku tidak mengetahui detil teknis pembayaran, tetapi mengatakan kalau uang yang masuk ke rekening mereka di Bank DKI sesuai dengan nominal tagihan Rp755.689.550.000.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ahok-sindir-anies-baswedan-soal-kip

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...