Home / Headline / Direktur RS Sumber Waras : Pembelian Lahan Tidak Merugikan Negara Karena sesuai Dengan NJOP

Direktur RS Sumber Waras : Pembelian Lahan Tidak Merugikan Negara Karena sesuai Dengan NJOP

rs sumber waras

 

Seperti diketahui akhir-akhir ini ramai diberitakan polemik tentang pembelian lahan RS Sumber Waras. BPK mengeluarkan hasil audit yang menyebut terdapat kerugian negara sebesar Rp191 Miliar dari pembelian lahan RS Sumber Waras.

Terkait itu, Direktur Umum Rumah Sakit Sumber Waras Abraham Tejanegara akhirnya buka suara. Abraham mengungkapkan bahwa penjualan tanah Yayasan Kesehatan Sumber Waras ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dilakukan sesuai dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) ketika transaksi dan tidak merugikan negara.

“Pendapat saya, tanah yang kita jual ke DKI sesuai NJOP,” ujar Abraham saat menyampaikan keterangan pers di Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta, Sabtu (16/4) seperti dilansir Antara.

Dijelaskan Abraham bahwa dalam penawaran pertama mereka ke Pemerintah Provinsi DKI pada Oktober 2014, lahan dijual Rp20.755.000 per meter sesuai NJOP 2014 dan harga bangunannya Rp25 miliar.

Usai negosiasi, Sumber Waras menjual lahan seluas 3,6 hektare di sayap kiri rumah sakit dengan harga Rp 755.689.550.000, dimana menghilangkan biaya Rp25 miliar untuk bangunan serta menanggung biaya pengurusan surat yang diperlukan.

Sumber Waras sepakat menjual dengan harga itu karena merasa memiliki kesamaan visi dan misi dengan Pemerintah DKI Jakarta, yakni melayani orang yang sakit.

Diceritakan olehnya, kalau Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada pertemuan pertama menyatakan Jakarta kekurangan rumah sakit dan tidak akan mengubah peruntukan lahan itu.

Gubernur DKI Jakarta menilai kalau pemerintah provinsi justru diuntungkan dalam pembelian tanah dari Yayasan Kesehatan Sumber Waras karena pemilik menjual dengan harga NJOP sehingga total harganya lebih rendah dari harga pasar.

 

 

 

Baca Juga

Si Seksi Ariel Tatum Makin Serius dengan Ryuji Utomo

[ad_1] Hot Photo Sabtu, 28 Okt 2017 08:33 WIB  ·   Palevi – detikHOT Jakarta ...