Home / Berita / Ibu Kota / Disebut Pelanggaran HAM di Ibukota Meningkat 3 Kali, Ini Jawaban Ahok

Disebut Pelanggaran HAM di Ibukota Meningkat 3 Kali, Ini Jawaban Ahok

ahokww

LBH Jakarta menyatakan kalau jumlah pelanggaran HAM di Ibu Kota meningkat hingga 3 kali lipat jika dibandingkan tahun 2013 dan 2014. Menanggapi hal itu Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama atau Ahok mempersilakan siapa saja mengadu.

“Kalau cuma pengaduan ya silakan saja. Kalau nggak dibongkar gimana? Kalau melanggar HAM, yang curi uang gimana? Yang salah tangkap melanggar HAM gimana?” kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (15/12).

LBH Jakarta sendiri menerima 103 pengaduan kasus pelanggaran HAM pada 2015 ini. Dari pengaduan itu, jumlah korban itu mencapai 20.784 orang.

Bidang Perkotaan dan Masyarakat Urban LBH Jakarta Handika Febrian menilai kalau peningkatan ini diakibatkan kebijakan penggusuran paksa yang dilaksanakan oleh Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok.

Pada sisi lain, sambungnya, Pemprov juga mengeluarkan kebijakan yang membatasi hak atas kebebasan berekspresi melalui Pergub Nomor 228/ 2015 yang kemudian direvisi melalui Pergub Nomor 232/2015 serta juga kebijakan yang melanggar hak atas lingkungan hidup yang baik, seperti pembangunan 6 ruas tol ibu kota dan reklamasi Teluk Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pembangkangan pada putusan MK dan PN Jakarta Pusat tentang pengembalian aset pengelolaan air bersih kepada negara. Tentang hal ini, Ahok menyebut kalau pihaknya tidak dapat menyalahkan kehadiran pengelola swasta untuk mengelola air.

“Dia baca dulu dengan betul putusan MA itu seperti apa. Putusan MA itu bukan melarang swasta loh, enggak boleh diproses dari ujung ke ujung. Ini kan ujungnya tetap PAM, sekarang kamu bisa ambil enggak kalau masih gantung? Enggak bisa. Kalau mau harus saya beli,” terang Ahok.

 

 

 

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...