Home / Berita / Regional / Domba Garwa, Produk asal Purwakarta Hasil Inseminasi Buatan

Domba Garwa, Produk asal Purwakarta Hasil Inseminasi Buatan

bupati-purwakarta-dedi-mulyadi-memerlihatkan-domba-hasil-inseminasi-buatan-_150428163320-862

Daerah Purwakarta mencatatkan diri sebagai daerah yang berhasil mengembangkan inseminasi buatan (IB) terhadap domba. Atas keberhasilannya, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta mengaku bangga dan berbahagia.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta, Herry Herawan mengatakan, domba hasil IB baru 15 ekor. Meski baru belasan ekor, hasilnya memuaskan karena lahir dari perpaduan domba unggulan Garut dengan domba Purwakarta.

Jantannya, lanjut Herry, diambil dari Garut, sementara betinanya dari Purwakarta. Hasilnya, untuk yang jantan, tanduk domba seperti domba Garut.

Ditambahkan pula, domba tersebut badannya sangat gemuk. “Untuk domba berusia enam bulan saja, berat badannya mencapai 25 kg. Padahal domba biasa dengan usia yang sama, berat badan normalnya hanya 15 kg,”ungkap Herry.

Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta akan terus merawat Domba hasil IB tersebut. Targetnya, dalam usia satu tahun, berat badan domba mencapai 1,5 kuintal.

“Penelitiannya sudah setahun, kami bahagia bisa mendapat hasil yang bagus,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat yang memiliki domba betina agar meminta bantuan dinas dalam IB domba. Dinas akan memberikan bantuan tanpa biaya sepeserpun.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menyatakan, dengan keberhasilan IB ini diharapkan memunculkan gairah masyarakat atau peternak akan kembali tinggi dalam memelihara domba.

Bila gairah beternak tinggi, maka populasi domba di Purwakarta akan meningkat dan surplus domba. Saat ini, populasi domba di wilayah tersebut mencapai satu juta.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menamai domba hasil inseminasi buatan ini dengan sebutan Domba Garwa (Garut-Purwakarta).

“Saya sangat mengapresiasi program yang digulirkan Disnakan ini. Ini merupakan produk unggulan kami. Maka harus terus dikembangkan,” jelas Bupati Dedi.

 

 

 

 

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...