Home / Headline / Dua Gubernur Pulau Sumatera diperiksa, Gubernur Sumut oleh KPK Sedangkan Gubernur Bengkulu oleh Polisi

Dua Gubernur Pulau Sumatera diperiksa, Gubernur Sumut oleh KPK Sedangkan Gubernur Bengkulu oleh Polisi

gub sumut dan bengkulu 2

Hari Senin (27/7) ini dua gubernur Pulau Sumatera akan menjalani pemeriksaan oleh dua lembaga yang berbeda pula. Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho akan diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Sedangkan Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah akan diperiksa oleh Badan Reserse Kriminal Polri.

Gubernur Bengkulu ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Kepala Sub-Direktorat I Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Komisaris Besar Adi Deriyan Jayamarta mengatakan belum ada konfirmasi kehadiran Junaidi.

“Kami harap beliau hadir. Biasanya, sih, kalau sudah tersangka, ya, hadir,” ujar Adi di markasnya, Senin (27/7).

Junaidi ditetapkan tersangka atas kasus dugaan korupsi pembayaran honor Tim Pembina Rumah Sakit Umum Daerah M. Yunus (RSMY) Bengkulu senilai Rp 5,6 miliar pada tahun 2011.

Gubernur Junaidi diduga menyalahgunakan wewenangnya ketika menerbitkan Surat Keputusan Gubernur Nomor Z.17.XXXVII Tahun 2011 tentang tim pembina manajemen RSMY. Keluarnya SK tersebut tidak mempunyai dasar hukum dalam undang-undang. Disamping itu, surat tersebut bertentangan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang pedoman pengelolaan badan layanan umum daerah.

Dari SK itu, Gubernur menerima pembagian uang jasa tim pembina sebanyak 16 persen, dan 13 persen untuk wakilnya. Akibatnya, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 359 juta.

“Masih hitungan kasar. Kami masih menunggu audit BPK,” ungkapnya.

Junaidi akan dijerat Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Pasal 2 ayat 1 tentang tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sedangkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya, Evy Susanti. Mereka diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Medan, yang melibatkan pengacara OC Kaligis.

 

 

Baca Juga

Salut, Meski Buta Pria Ini Mampu Membetulkan Motor Rusak

Sichuan – Memiliki keterbatasan fisik, tak membuat pria berusia 60 tahun asal provinsi Sichuan China ...