Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Dunia / Dua Pilot Indonesia diduga Gabung dengan ISIS

Dua Pilot Indonesia diduga Gabung dengan ISIS

gabung isis

Kepolisian Federal Australia (AFP) membocorkan satu dokumen laporan intelijennya yang mengatakan bahwa dua pilot Indonesia diyakini telah bergabung dengan kelompok teroris ISIS.

Kedua pilot tersebut diidentifikasi bernama Ridwan Agustin dan Tommy Abu Alfatih, yang dikatakan pernah bekerja untuk perusahaan penerbangan AirAsia dan Premiair.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa keduanya kemungkinan mendapat pengaruh oleh kelompok pro-ISIS, terlebih oleh propaganda ISIS yang dilakukan melalui media daring yang dioperasikan oleh kelompok radikal yang populer di Indonesia dan militan teroris asing dari Suriah atau Irak.

Disebutkan juga bahwa kalau Ridwan dan Tommy kerap mengunggah postingan melalui akun Facebook mereka, yang memperlihatkan dukungan mereka pada kelompok ISIS.

Walaupun pihak yang mempekerjakan Ridwan dan Tommy belum jelas, tapi berdasarkan dokumen itu, keduanya masih menerbangkan pesawat dan melakukan kontak di sektor penerbangan.

Disamping itu, laporan tersebut juga mengatakan bahwa keduanya sempat melakukan penerbangan ke Australia pada 2014 lalu, dan ke beberapa tempat lainnya di dunia.

Kalau benar mereka gabung ISIS, maka keberadaannya ditakutkan mengancam keamanan negara.

“Akses dan informasi terkait keamanan (penerbangan) dapat membuka jalan bagi mereka untuk melakukan serangan, seperti yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya,” demikian laporan itu.

Menurut laman daring AS, The Intercept, dokumen laporan tersebut sudah disebarkan ke beberapa agen penegak hukum di Turki, Yordania, Inggris, dan Amerika Serikat.

Sementara itu pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia sendiri sudah mendengar tentang dua pilot Indonesia yang dikabarkan bergabung dengan kelompok ISIS.

Menurut Juru Bicara Kemenlu, Arrmanatha Nasir (Tata) pihaknya sedang berkoordinasi dengan otoritas terkait laporan Australian Federation Police itu.

“Kami sudah dengar sore ini. Kami juga sudah minta tambahan information dari security di Indonesia dan perwakilan Indonesia di Australia,” ungkap Tata di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (9/7).

Ditambahkan olehnya, sebenarnya kasus ini hampir sama dengan kasus beberapa pekan lalu, di mana anggota polisi Indonesia asal Jambi dicurigai bergabung dengan ISIS dan dikabarkan tewas. Tapi Kemenlu telah memverifikasi dan ternyata tidak benar.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...