Home / Berita / Nasional / Duka Cita untuk Angeline Mengalir dari Penjuru Tanah Air

Duka Cita untuk Angeline Mengalir dari Penjuru Tanah Air

545angeline-002-

Ratusan orang, Kamis (10/6) malam mengadakan aksi “Seribu Lilin untuk Anak Indonesia” di Bundaran HI, Jakarta. Acara yang dikhususkan buat bocah cantik Angeline (8 thn) yang tewas mengenaskan setelah dinyatakan hilang 24 hari.

Tragedi pilu yang dialami Angeline merupakan peristiwa yang mewarnai dunia anak-anak Indonesia. Dunia Angeline adalah dunia penuh canda, tawa, riang, gembira, bermain dan belajar, bukan dunia kekerasan bahkan pembunuhan.

Sejumlah masyarakat dari berbagai golongan dan lapisan kemudian memberikan pendapatnya terhadap kasus yang dialami oleh Angeline. Seperti apa? Berikut rangkumannya yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber :

Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI :
“Tentu kita sangat sedih karena sangat mengenaskan bahwa seorang anak yang baik dibunuh secara kejam. Saya mengapresiasi pihak kepolisian yang sudah menangkap tersangka dan berharap kasus tersebut dapat diproses hukum dengan cepat serta keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya.”

Yasonna Laoly, Menkum HAM :
“Pelaku dihukum seberat-beratnya. Yang pasti dalam RUU KUHP masih ada hukuman mati.”

Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) :
“Saya sangat berduka cita. Saya meminta pelaku dihukum yang seberat-beratnya. Saya sudah menegur pihak sekolah karena tidak langsung melaporkan ke pihak berwajib begitu melihat ada sejumlah kejanggalan terhadap perilaku Angeline.”

Yuddy Chrisnandi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) :
“Saya gembira kasus ini akhirnya terungkap. Ini merupakan prestasi kepada Polda Bali, kita berikan apresiasi sebesar-besarnya. Sedangkan di sisi lain kita sedih dan berduka, saya minta pada polisi agar tidak segan memproses hukum dan pengadilan memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku.”

Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua MPR :
“Saya harap polisi dan kejaksaan menjerat pelaku dengan hukuman sekeras-kerasnya. Ini layak dijatuhi hukuman mati. Amat sangat mengerikan. Kalau tidak ada hukuman yang maksimal, bisa mudah kejahatan berulang. Tragedi Angeline merupakan kelanjutan dari rentetan kasus kejahatan terhadap anak-anak.”

Irjen Polisi Anton Charliyan, Kadiv Humas Polri :
“Saya Kadiv Humas Polri turut prihatin dan ikut berbelasungkawa atas terjadinya peristiwa di Bali pada ananda Angeline. Mudah-mudahan peristiwa ini tidak terjadi lagi di Indonesia. Saya juga mengingatkan orang tua untuk bertanggung jawab, melindungi dan memperhatikan anak mereka. Peristiwa tersebut menjadi refleksi adanya masalah dalam perlindungan anak di Indonesia.”

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR :
“Perlu aturan lebih ketat agar tak terulang kasus seperti yang dialami Angeline. Saya merasa di Indonesia sistem perlindungan terhadap anak lemah sekali, dan bahaya bagi anak-anak tampak kasat mata. Mulai dari malam-malam anak-anak masih keluyuran, sampai kepada sistem adopsi anak dan banyak lagi isu yang muncul ke permukaan setelah ada kasus Angeline.”

Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Wakil Ketua DPD RI :
“Kasus kematian Angeline merupakan salah satu contoh korban akibat tidak adanya kepedulian keluarga terhadap hak hidup anak. Hal itu, dipicu belum adanya peraturan yang tegas mengenai pola asuh anak. Selain persoalan regulasi, masyarakat juga perlu meningkatkan rasa kepedulian khususnya terhadap anak-anak di lingkungan masing-masing, agar potensi kasus serupa tidak kembali terulang.”

Fahira Idris, Wakil Ketua Komite III DPD :
“Perlu shock therapy untuk menyadarkan siapapun di Indonesia bahwa kekerasan terhadap anak apalagi sampai menghilangkan nyawa adalah kejahatan luar bisa, sama seperti korupsi dan terorisme. Saya harap, siapapun pembunuh Angeline dihukum mati saja. Di dor saja.”

Umar Ibnu Alkhatab, Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Bali :
“Dengan ditemukannya jasad Angeline, kami berharap kepolisian segera menyimpulkan motif di belakang terbunuhnya Angeline. Aparat penegak hukum juga kami harapkan dapat menghukum siapa pun yang berada di balik kasus pembunuhan itu. Dari peristiwa ini juga memperlihatkan betapa anak-anak sangat rentan terhadap kekerasan, di saat anak-anak tidak memiliki daya dukung sosial yang memadai di sekitarnya.”

Sufmi Dasco Ahmad, Anggota Komisi III DPR RI :
“Saya mau usulkan pelaku kejahatan anak, pemerkosa, dan paedofil dijatuhi hukuman mati, untuk masuk di RUU KUHP. Saya kesal dengan pelaku pembunuhan Angeline. Hukuman mati diharapkan bisa menimbulkan efek jera sehingga tidak ada lagi kekerasan seksual bagi anak.”

Mamam Imanulhaq, Anggota Komisi VIII DPR RI :
“Pembunuhan pada Angeline adalah aksi biadab yang harus dihukum seberat-beratnya. Seandainya Angeline adalah anak kita, orang terdekat kita, tentu penyiksaan yang dilakukan orang biadab tersebut menyakitkan kita.”

Masinton Pasaribu, Anggota Komisi III DPR RI :
“Sebagai orang tua dari dua anak dan sebagai wakil rakyat di DPR, saya prihatin dan sangat sedih atas nasib tragis yang menimpa Angeline. Polri harus mengusut tuntas kasus pembunuhan gadis cilik berusia 8 tahun tersebut hingga ke akar-akarnya. Motif dan dalang pembunuhan harus dibongkar.”

Saleh Daulay, Anggota Komisi VIII DPR RI :
“Saya melihat tindakan ini adalah tindakan tidak berperikemanusiaan. Wajar jika banyak anggota masyarakat yang menginginkan agar pelakunya dijatuhi hukuman berat. Angeline tidak bersalah, sebab anak-anak seusia korban menurutnya tidak mungkin melakukan kesalahan besar yang menyebabkan dia harus terbunuh.”

Bripda Ovelia, Polwan :
“Kami turut berbela sungkawa untuk adik kami Angeline. Semoga kejadian ini yang terakhir. Kami yang jauh di sini akan memberikan doa kepada keluarga yang ditinggalkan.”

Inggrid Kansil, Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia :
“Kematian Angelina sungguh memperhatikan, karena setalah dicari-cari ternyata ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan dikubur dalam tanah. Pelaku kematian Angelina harus diberi sangsi yang berat. Dengan begitu diharapkan ada efek jera sehingga tidak terulang kembali kekerasan terhadap anak.”

Ardina Rasti, Selebritis / Duta Anti Kekerasan :
“Saya mengaku shock saat tahu bila sosok polos yang dicari banyak orang itu ternyata sudah tewas secara mengenaskan.Secara pribadi aku mengatakan pelaku tidak manusiawi. Apa pun motifnya dia telah membunuh anak kecil. Itu tidak manusiawi.”

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...