Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Dunia / Dunia Harus Tahu, Bukan Hanya Indonesia Melakukan Eksekusi Mati Kasus Narkoba

Dunia Harus Tahu, Bukan Hanya Indonesia Melakukan Eksekusi Mati Kasus Narkoba

hukuman mati

Pasca Eksekusi mati terhadap delapan terpidana kasus Narkoba yang dilakukan pada Rabu (29/4) dini hari, muncul pro kontra di kalangan masyarakat. Bukan hanya publik dalam negeri, tapi juga dunia internasional.

Satu diantaranya datang dari Sekjen PBB, Ban Ki Moon. Sejak awal sebelum dilakukan eksekusi, Ban berteriak menentang eksekusi delapan narapidana narkoba di Indonesia. Setelah dilangsungkan, Sekjen PBB asal Korea Selatan itu kembali bersuara. Ban Ki Moon mengatakan hukuman mati tidak lagi ‘memiliki tempat’ di abad ke-21. Dirinya pun mengutuk eksekusi mati yang telah dilakukan Indonesia pada Rabu (29/4).

“(Ban) mengungkapkan penyesalan yang mendalam atas eksekusi yang dilakukan di Indonesia,meskipun banyak tuntutan dalam negeri dan internasional untuk penangguhan hukuman,” ungkap juru bicara PBB, Farhan Haq, dilansir ITV, Rabu (29/4).

Dilanjutkan pula, Ban, kata Farhan, juga mendesak pemerintah Indonesia untuk mempertimbangkan kembali semua kemungkinan-kemungkinan kembali hukuman mati yang dilakukan.

Eksekusi mati terhadap gembong pengedar narkoba, sebetulnya tidak hanya dilakukan Indonesia. Dari negara China, dialaporkan kalau seorang pria asal Sydney direncakan bakal menghadapi hukuman mati di Cina. Terpidana masuk daftar eksekusi usai penyelundupan narkoba. Sidang terakhir sang terpidana mati menuju ruang eksekusi dilaporkan berlangsung pekan depan.

Adalah Peter Gardner (25 tahun), pria kelahiran Selandia Baru yang telah ditahan di China pada 8 November. Dia dituduh mencoba menyelundupkan 40 kg sabu dari negara itu setelah petugas bea cukai menemukan narkoba di dua tas saat check-in di bandara Guangzhou.

Media Australia melaporkan percobaan Gardner akan dimulai pada 7 Mei. Tim hukumnya telah menunggu keputusan apakah kasusnya akan disidangkan. Jika terbukti bersalah, Gardner bisa menghadapi eksekusi oleh regu tembak.

Pengacaranya, Craig Tuck, telah melakukan perjalanan antara Selandia Baru dan China untuk bekerja dengan tim pembela dari Cina untuk Gardner.

Terkait hukuman mati, sebenarnya beberapa negara pun masih melakukannya. Belum lama ini, misalnya, TKW Indonesia harus menghadapi hukuman mati di Arab Saudi.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

permainan-game-di-korea

Bintang Tamu Ini Bercinta di Depan Penonton Saat Siaran Langsung

Sebuah video merekam aksi dua bintang tamu berbaring di lantai di sebuah studio TV saat ...