Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Eksekusi Mati Tinggal Menghitung Hari

Eksekusi Mati Tinggal Menghitung Hari

eksekusi mati terpidana

Bagi ke-10 terpidana mati kasus narkoba Andrew Chan (warga negara Australia), Myuran Sukumaran (Australia), Raheem Agbaje Salami (Nigeria), Zainal Abidin (Indonesia), Serge Areski Atlaoui (Prancis), Rodrigo Gularte (Brasil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (Nigeria), Martin Anderson alias Belo (Ghana), Okwudili Oyatanze (Nigeria), dan Mary Jane Fiesta Veloso (Filipina), 3 hari belakang cukup menegangkan.

Bagaimana tidak, hidup mereka di muka bumi akan segera berakhir di regu tembak yang akan mengeksekusinya. Berbagai upaya hukum yang dilakukan mereka, mulai dari grasi ke presiden, Peninjauan Kembali (PK) bahkan pengajuan ke PTUN, ditolak. Hanya tinggal Zainal Abidin yang masih menunggu keputusan PK dari MA.

Tanda-tanda kalau mereka akan segera di eksekusi mulai terlihat dengan di tempatkannya mereka di sel isolasi di Lapas Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah. Kemudian juga pihak keluarga maupun perwakilan Dubes sudah diberitahu dengan surat notifikasi dan diberi kesempatan untuk menjenguknya.

Bagi pemerintah sendiri, eksekusi tetap akan dilaksanakan meski banyak menuai kontroversial dari berbagai kalangan.

“Surat perintah pelaksanaan eksekusi telah diserahkan dari Jampidum (Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum) kepada jaksa eksekutor tanggal 23 April ini,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Tony T Spontana beberapa waktu lalu. Meski begitu, pihak kejaksaan belum memastikan kapan pelaksanaan eksekusi terpidana mati dilakukan. Surat perintah itu sendiri berisi mengenai persiapan pelaksanaan eksekusi mati.

“Surat itu untuk melakukan persiapan pelaksanaan dan pelaporan pasca eksekusi,” kata Tony.

Pelaksanaan eksekusi mati merujuk pada Pasal 10 UU No.2/Pnps/1964 dimana disebutkan eksekusi mati dilakukan oleh regu penembak dari Brigade Mobil (Brimob) yang dibentuk kepala kepolisian daerah di wilayah kedudukan pengadilan yang menjatuhkan pidana mati.

Khusus untuk eksekusi mati gelombang kedua ini, Brimob Polda Jateng telah menyiapkan 140 personel, dimana terdiri dari 14 regu yang berisi satu komandan dan regu.

Ke-10 terpidana mati merupakan pelaku tindak pidana Narkoba. Pemerintah begitu ngotot melakukan eksekusi karena tidak ada toleransi bagi pengedar narkoba. Bayangkan saja, berapa banyak orang Indonesia mati sia-sia setiap hari akibat dari peredaran dan penggunaan narkoba.

“Bayangkan saja, setiap hari ada sekitar 50 orang generasi Indonesia meninggal narkoba. Kalau dikalikan satu tahun bisa jadi ada 18 ribu orang meninggal karena narkoba,” ungkap Presiden RI Joko Widodo.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...