Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Ekspor Turun tapi Neraca Perdagangan RI Surplus Rp 12,4 Triliun

Ekspor Turun tapi Neraca Perdagangan RI Surplus Rp 12,4 Triliun

DWELLING TIME TANJUNG PRIOK. Sejumlah kendaraan melintas di sebelah tumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (28/1). Dwelling time (waktu tunggu keluarnya barang) pada pelabuhan tersibuk di Indonesia tersebut masih pada kisaran 4,7 - 6,7 hari karena kurangnya infrastruktur dan masalah birokrasi sementara agar mampu bersaing pada Asean Community 2015, idealnya dwelling time dapat ditekan menjadi dua hari. Foto : IFT/Dinul Mubarok

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengungkapkan bahwa neraca perdagangan RI pada Mei 2015 tercatat surplus sebesar US$ 955 juta atau sekitar Rp 12,4 triliun (kurs 13.000).

Terjadinya surplus neraca perdagangan pada bulan Mei, dinilai Mendag lebih baik dibandingkan capaian di April 2015 sebesar US$ 477,4 juta.

Ada sejumlah faktor yang menyebabkan terjadinya surplus neraca perdagangan, salah satu diantaranya adalah turunnya kegiatan impor minyak.

“Permintaan impor minyak selama Mei 2015 berhasil ditekan, sehingga memperbaiki surplus neraca perdagangan,” ujar Gobel.

Berdasarkan catatan Kemendag, total nilai impor selama Mei 2015 mencapai US$ 11,6 miliar atau mengalami penurunan 21,4% dibandingkan tahun lalu.

Penurunan impor ini dipicu karena berkurangnya permintaan impor minyak, baik mentah maupun olahan yang impornya masing-masing turun 54,1% dan 40,6%.

“‎Impor total US$ 11,6 miliar atau turun 21,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Permintaan minyak mentah dan produk olahan minyak turun masing-masing 54 % dan 40,6%. Sehingga surplus US$ 955 juta lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya US$ 477 juta,” ungkap Mendag.

Jika dihitung secara kumulatif atau dari Januari-Mei 2015 maka neraca perdagangan Indonesua mengalami surplus US$ 3,8 miliar. Sumbernya berasal dari surplus neraca perdagangan non migas US$ 5,7 miliar dan defisit neraca perdagangan migas sebesar US$ 2,0 miliar.

Meski demikian, masih ada ada sejumlah catatan penting yang juga perlu mendapat perhatian. Seperti belum membaiknya perekonomian global yang berimbas pada kinerja ekspor Indonesia yang semakin anjlok.

Mendag mencatat ekspor ke negara tujuan seperti Jepang turun 20,8%. Demikian pula ekspor ke negara-negara seperti Singapura, Tiongkok hingga AS turun 21,2%, 20,9% dan 20,4%.

“‎Belum membaiknya perekonomian global menyebabkan ekspor terganggu ke pasar yang selama ini menjadi suatu tujuan ekspor kita,” ujar Mendag.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...