Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Evy Mengaku Sebagai Penghubung dan Pemberi Uang untuk OC kaligis, tapi Bukan untuk Suap Hakim

Evy Mengaku Sebagai Penghubung dan Pemberi Uang untuk OC kaligis, tapi Bukan untuk Suap Hakim

Gator Pujo Nugroho dan Evy Susanti
Gator Pujo Nugroho dan Evy Susanti

Setelah lebih dari 14 jam menjalani pemeriksaan di KPK,  Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan istri mudanya Evy Susanti akhirnya meninggalkan gedung KPK Senin 27 Juli pukul 11.30 wib malam. Hingga pemeriksaan selesai, status Gatot dan istrinya masih sebagai saksi.

Keduanya mengaku sangat lelah usai menjalani pemeriksaan seharian oleh tim penyidik KPK itu. Meski lelah, Evy dan Gatot tetap menyempatkan diri memberikan keterangan kepada wartawan di KPK usai pemeriksaan tersebut. Mereka didampingi pengacara Razman Arif Nasution.

Pada pemeriksaan kedua ini, Gatot mengaku dicecar 27 pertanyaan. “Pokoknya saya sudah jelaskan semua ke KPK,” ujar Gatot.  Evy juga tidak tidak lagi bungkam. Ia turut menjelaskan beberapa hal soal perannya dalam kasus tersebut.

“Benar  bahwa saya yang kerap berhubungan dengan OC Kaligis sebab saya sudah sudah mengenal Beliau sejak 13 tahun lalu,” katanya. Namun Evy membantah kalau ia terlibat dalam kasus suap majelis hakim PTUN Medan. Sebagai penghubung antara Pemerintah provinsi Sumut, Evy mengaku tidak pernah merekomendasikan pemberian uang kepada majelis hakim PTUN Medan.

“Kalaupun saya pernah memberikan uang kepada pengacara OC kaligis, itu untuk lawyer fee, bukan untuk suap  hakim,” tambah Evy.   Uang yang diberikannya kepada OC Kaligis berkisar 10 ribu dolar, itu pun dari kantong pribadinya.  Evy yang berprofesi sebagai pengusaha mengaku memberikan uang itu untuk memperlancar urusan suaminya Gatot sebagai Gubernur Sumut.

Gatot sendiri membenarkan kalau Evy yang selama ini berperan menjadi penghubung antara dia dan OC Kaligis.   Ia mengenal baik pengacara kondang itu sejak menikahi Evy pada April 2013. Evy merupakan istri kedua Gatot.

Sama halnya dengan Evy, Gatot juga selalu membantah kalau ia terlibat dalam kasus penyuapan hakim PTUN Medan.  “Saya sama sekali tidak tahu menahu soal kasus suap itu,” ujarnya. Bahkan ia mengaku tidak pernah memerintahkan bawahannya di Kantor Gubernur Sumut untuk membawa persoalan dana Bansos ke PTUN Medan.

“Jangankan soal suap, soal gugatan itupun saya kurang mengetahuinya,  karena itu merupakan inisiatif anak buah saya saja,” tegasnya.  Pernyataan itu sekaligus merupakan bantahan Gatot soal tuduhan bahwa  ia yang memerintahkan Kepala Biro Keuangan Pemprovsu Ahmad Fuad Lubis untuk menggugat Kejaksaan Tinggi Sumut ke PTUN Medan.

Sebagaimana informasi sebelumnya,  Ahmad Fuad Lubis menggugat Kejaksaan Tinggi Sumut sehubungan dengan terbitnya surat perintah penyidikan (Sprindik) tentang pemeriksaan sejumlah pejabat di Pemprovsu terkait dugaan penyelewengan dana bantuan sosial.

Fuad merasa Sprindik itu janggal, sebab penyaluran Bansos merupakan kewenangan Pemerintah Daerah yang tidak perlu dipersoalkan kejaksaan. Atas dasar itu ia menggugat keberadaan Sprindik itu ke PTUN Medan.  Untuk proses gugatan itu, Fuad menggunakan jasa pengacara kondang OC Kaligis.

Evy Susanti mengaku kalau ia yang merekomendasikan kepada Fuad untuk menggunakan jasa firma hukum OC Kaligis.

Gatot dan Evy didampingi pengacaranya memberikan keterangan kepada pers di KPK
Gatot dan Evy didampingi pengacaranya memberikan keterangan kepada pers di KPK

“Saya mengenal Pak OC sejak tahun 2002,” katanya.  Namun terkait proses sidang, Evy mengaku tidak banyak tahu.  Ia juga sama sekali tidak mengetahui kasus suap yang diberikan anak buah OC kaligis Yagari Bhastari kepada majelis hakim PTUN Medan.

“Kami tidak ada kaitannya dengan kasus suap itu,” ujar Evy dan Gatot. Mereka pun tidak tahu menahu soal asal muasal yang suap itu.

Pernyataan Evy ini sangat bertolak belakang dengan pengakuan Yagari Bhastara alias Gerry, anak buah OC Kaligis yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan bersama tiga majelis hakim PTUN Medan.  Gery yang saat ini mendekam di tahanan KPK mengaku kalau Evy sangat aktif menghubunginya selama proses sidang di PTUN Medan.

Dalam pemeriksaan di KPK Senin 27 malam, tim penyidik sempat memperdengarkan rekaman percakapan telepon Evy dan Gerry.  Meski demikian, Evy mengaku kalau percakapan itu hanya menyangkut masalah jadwal sidang, tidak masalah penyuapan hakim.

Soal kasus penyuapan majelis hakim PTUN, Evy dan Gatot menyebutkan kalau itu merupakan langkah yang dilakukan Gerry. Keduanya mengaku tidak bersangkutan dengan kasus itu. **

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...