Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Evy Susanti Minta Pindah dari Rutan KPK, Katanya Pengap!

Evy Susanti Minta Pindah dari Rutan KPK, Katanya Pengap!

Evy Susanti Minta Pindah dari Rutan KPK, Katanya Pengap!

Belum seminggu Evy Susanti dimasukan ke dalam rutan KPK, istri muda Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho itu meminta untuk dipindahkan. Alasan Evy Susanti karena minimnya fasilitas serta disesaki para tersangka koruptor lainnya yang menghuni rutan KPK. Hal itu diungkapkan kuasa hukum Evy, Razman Arief Nasution.

Razman mengaku jika kliennya tak tahan mendekam di balik jeruji Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut Razman, Evy tak betah dengan kondisi Rutan KPK yang pengap lantaran minimnya fasilitas. Hal itu pula yang membuat Razman datang ke gedung KPK hari ini (7/8/15), untuk mengurus surat keluhan kliennya.

“Beliau kan baru saja operasi, kemudian di situ tidak ada ventilasi udara jadi pengap. Jadi kalaupun ada AC tidak berpengaruh banyak” ungkap Razman di gedung KPK,  Jumat (7/8/15).

Razman juga menjelaskan permohonan pemindahan Rutan merupakan inisiatif dari kliennya. Oleh karenanya, dia berharap KPK mau memindahkan kliennya ke Rutan Pondok Bambu. “Ada operasi di bagian rahim. Beliau itu juga punya penyakit asma yang cukup serius karena itu kita berharap beliau bisa dipindahkan supaya bisa bersosialisasi” tambah Razman.

Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho & Evi Susanti resmi ditetapkan sebagai tersangka suap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), setelah menjalani pemeriksaan perdana. KPK pun menjebloskan pasangan suami istri ini di tempat berbeda. Jika Gatot dijebloskan ke Rutan kelas 1 Cipinang, sedangkan Evi dijebloskan ke Rutan KPK.

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...