Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Fahri Hamzah Sebut Banyak Anggota DPR ‘Rada-rada Bloon’, Berikut Isi Pernyataannya

Fahri Hamzah Sebut Banyak Anggota DPR ‘Rada-rada Bloon’, Berikut Isi Pernyataannya

fahri-hamzah-

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah kembali membuat satu kontroversi. Politikus dari PKS itu mengungkapkan banyak yang masuk ke Senayan menjadi wakil rakyat kurang cerdas atau rada-rada bloon.

Hal itu dikatakan Fahri Hamzah dalam sebuah diskusi di salah satu tv swasta. Fahri sendiri dilibatkan dalam diskusi dengan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti soal 7 proyek baru DPR.

Dalam diskusi tersebut, Ray mengkritik kebijakan tersebut. Kemudian Fahri diberi kesempatan bicara menjelaskan latar belakang 7 proyek yang meliputi pembangunan Alun-alun Demokrasi, Museum dan Perpustakaan, Jalan Akses, Visitor Center, Pusat Kajian, Pembangunan Ruang Anggota DPR dan Integrasi Tempat Tinggal Anggota DPR tersebut.

Rekaman diskusi tersebut kemudian diunggah ke video berbagi Youtube oleh akun bernama FaceToFace. Sesi pertama Fahri mulai bicara di menit 7:46 hingga 10:02.

Seperti apa pernyataan Fahri Hamzah di diskusi itu, berikut isinya:

Ya hari ini adalah 70 tahun Indonesia merdeka, 17 tahun reformasi dan 7 bulan Pemerintahan Jokowi-JK, ya artinya juga 7 bulan DPR. Terlalu banyak waktu kita terbuang untuk memperdebatkan persoalan-persoalan yang tidak substantif.

(Presenter bertanya: Yang tidak substantif apa, Pak Fahri?)

Jadi zaman Pak Harto dulu, bangunan DPR ini dengan bangunan DPR sebelum zaman reformasi itu masih sama, persis seperti ini. Padahal di zaman Orde Baru dulu itu anggota DPR itu hanya stempel, tidak punya staf, dikasih ruang kecil, total anggota DPR-nya 450 orang.

Bayangkan, dalam tradisi demokrasi anda harus memperkuat otak daripada dewan itu, karena orang dalam demokrasi itu tidak dipilih karena disukai oleh pimpinan negara atau ditunjuk oleh presiden, tapi dipilih oleh rakyatnya sendiri. Bukan karena dia cerdas, tapi rakyat suka dia, makanya kadang-kadang banyak orang juga datang ke DPR ini tidak cerdas, kadang-kadang mungkin kita bilang rada-rada bloon begitu. Tapi dalam demokrasi kita menghargai pilihan rakyat, karena itulah kita memberikan kekuatan kepada otak dari orang-orang yang datang ke gedung ini dengan memberikan mereka staf, dengan memberikan mereka sistem pendukung, pusat kajian, ilmuwan, peneliti dan lain-lain dan lain-lainnya. Itulah cara kerja dari lembaga demokrasi.

Nah, ini tentunya memerlukan fasilitasi. Tapi kalau anda menganggap DPR itu tidak penting, tidak harus ada, seperti cara berpikir orang-orang otoriter itu, yang mempersoalkan uang Rp 1 triliun di DPR tapi abai melihat uang Rp 2.000 triliun uang yang dibelanjakan eksekutif, kembali aja ke masa lalu, saya tidak ikut-ikut. Kita membangun tradisi demokrasi baru yang modern.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...