Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Faisal Basri Bicara Blak-blakan Soal Petral di DPR

Faisal Basri Bicara Blak-blakan Soal Petral di DPR

faisal

Rabu (20/5) malam Komisi VII DPR memanggil para anggota mantan Tim Reformasi Tata Kelola Migas untuk menanyakan terkait mafia migas dan pembubaran Petral. Dari Komisi VII, semua anggotanya yang berjumlah 18 orang tampak hadir. Demikian juga tiga anggota Tim yakni Faisal Basri, Parullian, dan Djoko Siswanto, hadir pula.

Di depan anggota Komisi VII DPR, Faisal Basri menceritakan sejak awal berdirinya Petral hingga dibubarkan. Menurutnya, kalau di Zaman Pak Soeharto tidak disebut mafia karena nama-namanya ada. Nama pemegang sahamnya ada terang benderang. Sementara kalau sekarang tidak ada.

Sementara itu mengenai permasalahan yang sedang hangat akhir-akhir ini dimana pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang mengungkapkan Pembubaran Petral sebelumnya selalu mentok di Kantor Presiden terdahulu.

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat M. Nasir bertanya ke Faisal,”Nggak fair kalau dikatakan Petral tidak dibubarkan, itu salah Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Kan Pak Faisal sendiri bilang, Petral sudah ada sejak Zaman Soeharto. Lalu bagaimana presiden-presiden setelah Soeharto? Bagaimana Gus Dur, bagaimana Megawati dan seterusnya?.”

Menjawab hal itu, Faisal menerangkan secara implisit, bahwa tidak mungkin ada presiden yang tidak tahu ada menteri yang ingin membubarkan Petral. Sepertinya ini mengacu kepada keinginan Dahlan Iskan saat menjadi Menteri BUMN di zaman Presiden SBY.

“Sebenarnya saya nggak dalam posisi yang kredibel untuk mengatakan, bahwa kesalahan di pemerintahan terdahulu. Tapi menurut saya, terlalu naif kalau ada presiden mengaku nggak tahu kalau ada menterinya yang ingin membubarkan Petral,” ujar Faisal.

Dirinya pun kemudian menegaskan, kalau pembubaran Petral di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini pun, bukan dirinya atau Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang merekomendasikan.

Dengar pendapat antara Komisi VII DPR denggan Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi Faisal Basri semakin menarik saja terutama pembahasan seputar siapa saja mafia migas. Namun sayangnya Faisal tetap tak bergeming.

Anggota Komisi VII Fraksi PDIP Yulian Gunhar bertanya,”Yang Bapak sebutkan hanya modus. Bapak menguraikan beberapa temuan (permainan mafia), harusnya Bapak juga dapat pelaku Pak, sebut saja Pak, jangan takut Pak, dari pada bapak ngomong tanggung-tanggung, di media sosial sudah ramai, sebut saja sekarang Pak, ini forum resmi.”

Demikian halnya juga Anggota Komisi VII dari Fraksi Golkar Surya Alam. Ia meminta Faisal segera mengungkapkan, nama mafia migas yang selama ini bermain.

“Menurut kami, Pak Faisal belum tegas, sebutkan nama-nama, atau langkah-langkah time frame, agar masalah ini bisa cepat diselesaikan. Rekomendasi Tim sebaiknya harus selesai berapa lama agar efektif, agar diketahui dampaknya seperti apa,” ujar Surya.

Faisal menegaskan, kalau timnya tidak mengejar pelaku atau mafia migas. Timnya menyusun rekomendasi agar tata kelola migas menjadi lebih baik, sehingga mempersempit adanya permainan mafia migas. Nama tim ini bukan Tim Anti Mafia Migas, melainkan Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi.

“Tugas kami bukan memberantas mafia, tapi memperbaiki tata kelola migas, kalau tata kelola lembaganya beres, mafianya nggak akan bisa berkutik,” jelas Faisal.

Pertanyaan kemudian juga muncul dari Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Hanura Inas Nasrullah Zubir. Dirinya menanyakan dari mana data-data yang didapat Faisal selama ini, sehingga menyimpulkan ada permainan mafia migas.

Dengan jelas, Faisal menjawab bahwa semua data-data permainan mafia migas di Petral didapat, ada yang dari trader, ada draft MoU Petral dengan beberapa National Oil Company (NOC).

 

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...