Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Faisal Basri : Petral dibubarkan Seperti Bakar Sarang Tawon

Faisal Basri : Petral dibubarkan Seperti Bakar Sarang Tawon

20141221_073804_faisal-basri

Pimpinan Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi atau biasa disebut Tim Anti Mafia Migas, Faisal Basri bicara terbuka seputar pembubaran Petral dalam sebuah diskusi Energi Kita di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta.

Menurut Fasial Basri, pembubaran Petral yang diindikasikan banyak dipenuhi sarang mafia migas, merembet pada kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

“Gara-gara Petral dibubarkan, ini ibarat sarang tawon, kita bakar, tawonnya bubar semua. Ada yang kabur, emosional dan lain-lain. Saya pernah bilang ke teman-teman istana, di sana ada. Mereka bergerak untuk melakukan itu,” ujar Faisal

Sebagai mantan pimpinan tim tersebut, Faisal mengaku telah memberikan nama-nama dalang mafia migas yang selama ini mengacaukan dunia migas di Indonesia.

“Memahami tugas kami, kami kan tidak menangkap dan mengumumkan mafia. Karena apa? Karena ini di jalur hukum. Tidak boleh memfitnah. Kita kan memetakan. Saya juga sudah memberikan nama-nama itu ke penegak hukum,” ujarnya.

Lebih rinci dijelaskan pula bahwa keberadaan mafia migas ini ada kaitannya dengan orang-orang yang berkutat di SKK Migas. Penegak hukum sebagai pihak yang berwenang harus mengungkap mafia ini.

“Ternyata ada kaitannya dengan SKK Migas juga. Jadi operasinya di SKK Migas dan hilir juga. Ini serahkan lah ke penegak hukum karena harus sesuai kaidah hukum yang berlaku. Kita bukan mengumbar sesuatu yang belum bisa ditanggung jawabkan,” tegas Faisal.

Jadi, sambungnya, kami memastikan bagaimana mafia tidak bergerak dengan leluasa lagi dengan memagari dan menguras ‘akuarium’.

Faisal berharap agar penegak hukum, juga harus membuat peta yang jelas soal ketegasan para mafia ini.

Faisal Basri menceritakan bahwa beberapa tokoh ‘tersisih’ karena mencoba membubarkan Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Dimatanya, ada kekuatan besar yang selalu menggagalkan pembubaran Petral selama ini.

“Ingat Pak Dahlan Iskan (Mantan Menteri BUMN) mau bubarkan itu (Petral), tapi enggak bisa, dan malah dipanggil Presiden (SBY) 3 kali? Pemanggilan itu tidak membubarkan Petral,” ungkapnya

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa tujuan pendirian Petral adalah untuk menjual minyak hasil produksi Indonesia yang saat itu melimpah. Namun, seiring perkembangan produksi minyak Indonesia yang terus menurun, maka fungsi Petral berubah membeli minyak dari luar negeri.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...