Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Artikel / Fitra Beberkan Kerugian Kalau Pemerintah Tetap Jalankan Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung

Fitra Beberkan Kerugian Kalau Pemerintah Tetap Jalankan Proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung

kereta cepat

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) membeberkan soal kerugian yang akan bakal dialami Indonesia kalau proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung‎ tetap dijalankan. Pemerintah pun diminta untuk mengkaji ulang soal rencana pembangunan proyek business to business dengan China itu.

Peneliti Junior Fitra, Gulfino Guevarrato mengungkapkan bahwa saat ini kondisi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang menggarap proyek itu belum cukup kuat. Adapun perusahaan pelat merah yang masuk dalam konsorsium kereta cepat yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT KAI (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero).

Disebutkan olehnya, anggaran yang dibutuhkan untuk proyek tersebut cukup fantastis, yakni sekitar USD5,5 miliar atau setara dengan Rp77 triliun. ‎Sedangkan KAI pada tahun lalu, baru saja kehilangan 25% labanya karena ditarik dividen oleh pemerintah. Lalu membayar utang investasi sebesar Rp1,2 triliun.

“Dan mulai membayar utang investasi sebesar Rp1,2 triliun. KAI menunda pembelian kereta menunjukan keuangan tidak baik,” ujarnya di Sekretariat Nasional Fitra, Jakarta, Senin (15/2) seperti dilansir sebuah media online.

Ditambahkan pula olehnya, konsorsium kereta cepat juga akan terbebani bunga yang tinggi dari pinjaman yang diberikan China untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Terlebih menurutnya, utang yang dibebankan kepada BUMN itu terdapat dua jenis yaitu bunga dalam dolar Amerika Serikat (USD) dan yuan.

Dipaparkan bahwa China Development Bank memberikan pinjaman kepada Indonesia sekitar 75% dari USD5,5 miliar atau sekitar USD4,1 miliar dengan tenor 40 tahun. Pinjaman yang dalam bentuk USD sekitar 60% dengan bunga 2% per tahun, sedangkan pinjaman dalam bentuk yuan 40% dengan bunga 3,4%.

“Itu berarti perusahaan akan membayar bunga sebesar Rp917,4 miliar per tahun untuk pinjaman dalam dolar, dan Rp1,04 triliun per tahun dalam bentuk yuan,” terangnya.

Dikatakan pula, perusahaan berencana mengoperasikan 11 rangkaian kereta yang terdiri dari 8 gerbong. Diasumsikan, kereta akan mengangkut 12.826 penumpang pergi dan pulang untuk satu kali perjalanan. Sedangkan dalam data Fitra, jumlah penumpang Kereta Api Argo Parahyangan terus mengalami penurunan meski harga tiketnya lebih murah dari yang dipatok kereta cepat Rp225 ribu.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

amnesti_pajak889

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...