Home / Berita / Gatot di Cipinang, Evy di Rutan KPK, Bau Busuk Bansos Sumut Kian Menyengat

Gatot di Cipinang, Evy di Rutan KPK, Bau Busuk Bansos Sumut Kian Menyengat

Gatot Pujo Nugroho
Gatot Pujo Nugroho

Kedua suami istri itu sama-sama di tahan KPK karena kasus suap hakim PTUN Medan. Gatot Pujo Nugroho, Gubernur Sumut, ditahan di LP Cipinang, sedangkan istrinya Evy Susanti harus menginap di rumah tahanan KPK. Keduanya akan mendekam di ‘hotel prodeo’ itu  hingga 20 hari pertama, sambil menunggu masa persidangan yang belum ditentukan.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa mengatakan, penahanan keduanya dilakukan setelah penyidik mempertimbangkan alasan obyektif dan subyektif. Dengan begitu maka semua dari delapan tersangka kasus suap KPK telah ditahan oleh KPK.

Para tersangka itu adalah tiga hakim PTUN Medan (Tripeni Irianto Putro, Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting) panitera yang juga sekretaris PTUN Medan Syamsir Yusfan, pengacara  M Yagari Bhastara alias Gerry, dan pengacara OC Kaligis. Gatot dan Evy menyusul mereka.

Nasib Gatot lebih parah lagi, sebab selain terlibat kasus suap PTUN Medan sebagai penyandang dana, ia juga harus berhadapan dengan Kejaksaan Agung karena terkait dengan penyelewengan dana Bansos yang sedang diselidiki.

Gatot dan dan istrinya Evi ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan  melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan KPK di Gedung PTUN Medan, 9 Juli. Dalam operasi tersebut, KPK menangkap M Yagari Bhastara alias Gerry, pengacara di Kantor Hukum OC Kaligis dan Partner. Gerry diduga menyuap tiga hakim PTUN Medan, yaitu Tripeni Irinto Putro, Amir Fauzi, dan Dermawan Ginting, serta seorang panitera, Syamsir Yusfan.

Gerry adalah pengacara yang mewakili Ahmad Fuad Lubis, pegawai pada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) yang menggugat Kejaksaan Tinggi Sumut. Gugatan ke PTUN Medan ini berkaitan dengan surat perintah penyelidikan yang dikeluarkan Kejaksaan Tinggi Sumut atas dugaan penyalahgunaan wewenang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi bantuan sosial di Pemprov Sumut.

Gerry diduga hanya menjalankan perintah atasannya untuk menyuap hakim PTUN Medan agar gugatannya dimenangkan. Dalam kasus ini, KPK juga menjerat OC Kaligis sebagai tersangka.

Dana Bansos Menyusul

Asal muasal penahanan  semua tersangka kasus suap PTUN Medan ini berawal dari ketakutan Gubernur Sumut Gatot atas tindakan Kejaksaan yang akan menyelidiki penyelewengan dana bantuan sosial di kantor Pemerintah Provinsi Sumut. Ketakutan itu membuat dia menggugat Kejaksaan Tinggi Sumut ke PTUN. Walau akhirnya menang, KPK menemukan ada unsur suap hakim di sana.

Kasus Bansos Sumut itu sejak awal memang penuh kejanggalan.  Laporan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap APBD Sumatera 2012 dan 2013 mengungkap aliran dana bantuan sosial janggal. Salah satu temuan BPK pada 2012 adalah adanya anggaran bantuan sosial sebesar Rp 98,3 miliar yang pertanggungjawabannya tidak lengkap, dan terindikasi merugikan negara sebesar Rp 6,5 miliar.

Temuan itu semakin menggila di tahun berikutnya. BPK menganggap penyaluran bantuan sosial senilai Rp 380,4 miliar oleh pemerintah provinsi dianggap melanggar peraturan. Ada lagi Rp 75,1 miliar bantuan yang tak kunjung dipertanggungjawabkan.

Dana itu sebagian mengalir ke 1.490 lembaga. Sebagian besar dari lembaga itu berupa masjid, pesantren, gereja dan lembaga lainnya. Misalnya kepada Gereja Batak Kristen Protestan. Dalam laporan BPK, pada 2012 GBKP disebut dua kali menerima dana bantuan sosial sebesar Rp 60 juta dan Rp 20 juta. Terdapat pula bantuan kepada unit GBKP di 11 daerah sejumlah total Rp 300 juta.

Wakil Sekretaris Umum Moderamen Gereja Batak Kristen Protestan, Ananta Purba membantah lembaganya menerima aliran dana sebesar itu. Menurut dia, pihaknya hanya pernah menerima hibah dan bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara  kepada GBKP Tebing Tinggi pada 2012 lalu sebesar Rp 175 juta “Selain itu kami hanya pernah menerima pada 2010, itu pun hanya Rp 20 juta untuk sidang Moderamen GBKP,” katanya.

Yang paling aneh, dalam daftar penerima bantuan sosial terdapat lembaga mapan seperti Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sumatera Utara. Lembaga yang diketuai oleh istri pertama Gatot. Sutias Handayani itu disebut menerima bantuan sebesar Rp 1,5 miliar pada 2012. Namun, Sutias membantah menerima aliran dana itu. “Yang ada hanya anggaran rutin,” kata Sutias.

Selain dana bansos, BPK juga memberi sorotan terhadap pembengkakan pada pos bantuan keuangan untuk kabupaten/kota pada APBD 2013 sebesar Rp 2,8 triliun yang awalnya hanya sebesar Rp 1,3 triliun. Tahun itu, Gatot kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara berpasangan dengan Tengku Erry Nuradi. “Kami menduga kepala daerah yang menjadi pendukung Gatot mendapat bantuan besar,” kata Direktur Eksekutif Fitra Sumatera Utara Rurita Ningrum kepada Tempo.

Kabupaten Asahan, misalnya, pada 2012 hanya menerima Rp 143,8 miliar. Jumlah ini melonjak menjadi Rp 425,6 miliar pada 2013. Di Kabupaten itu, pasangan Gatot dan Erry yang menyingkat nama mereka dengan Ganteng, menang telak dengan meraup suara 42 persen.

Kasus dana bantuan sosial Pemerintah Provinsi Sumatera Utara ini menyeruak kembali setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap pengacara Muhamad Yagari Bhastara alias Gerry kepada tiga hakim Pengadilan Tata Usaha Negeri Medan Tripeni Irianto Putro, Dermawan Ginting dan Amir Fauzi serta panitera Syamsir Yusfan.

Suap itu diduga berkaitan dengan putusan PTUN yang mengabulkan gugatan yang diajukan oleh Ahmad Fuad Lubis soal pengusutan kasus korupsi dana bantuan sosial ini oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Pasca penahanan semua tersangka, Kejaksaan Agung akan membuka kembali kasus dugaan penyelewengan dana Bansos ini. Jika terbukti, maka Gatot bakal terkena dua jeratan, selain mendanai suap untuk hakim PTUN Medan, juga sebagai tersangka penyelewengan dana Bansos.- Tri/Ant/Tem

Baca Juga

Usai Sebahyang, Gubernur Bali Beri 3 Imbauan Terkait Gunung Agung

Karangasem – Gubernur Bali Made Mangku Pastika melaksanakan ibadah Ngaturang Bhakti Panglempana di Pura Basukian ...