Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Gawat, Dunia Internasional Menuding Perusahaan Indonesia Gemar Berutang

Gawat, Dunia Internasional Menuding Perusahaan Indonesia Gemar Berutang

utang

Hadeuhh, berita buruk harus diterima bangsa ini. Disaat pemerintahan terus gencar melakukan pembangunan, perbaikan berbagai sektor, menggenjot pertumbuhan ekonomi, tapi ada kabar kurang mengenakan.

Beberapa waktu lalu, negeri ini disuguhkan silang pendapat seputar apakah Indonesia masih berutang dengan IMF? Kini kabar justru menimpa perusahaan-perusahaan di tanah air.

Berita datangnya dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. Menurutnya, di mata internasional, Indonesia terkenal sebagai negara yang perusahaan swastanya dan Badan Usaha Milik Negaranya (BUMN) gemar mengajukan utang.

Agus cukup beralasan lantaran utang swasta dan BUMN sudah sangat besar.

“Indonesia memiliki ciri khas bahwa dimata dunia, Indonesia itu termasuk negara yang perusahaan-perusahaanya, termasuk BUMN-nya memiliki utang dalam valuta asing yang besar,” ujar Agus, beberapa hari lalu.

Menurut data-data yang ada, kata Agus, saat ini utang swasta dan BUMN sudah mencapai angka 162 miliar dollar AS. Padahal tahun 2009 lalu, utang swasta dan BUMN hanya 20 miliar dollar AS.

Gubernur BI nampak khawatir dengan besaran utang tersebut. Pasalnya sebagian besar utang swasta dan BUMN itu adalah utang jangka pendek.

Disamping itu, 74 persen utang itu juga tak dilakukan lindung nilai atau hedging.

“Dampak buruknya, jika nilai tukar rupiah terus merosot dan dollar semakin perkasa, maka angka utang bisa terkena dampak fluktuasi mata uang. Kondisi teringat dengan situasi 1998 silam,” ujar Agus

Kala itu, katanya lebih lanjut, utang swasta dan BUMN besar tetapi tak melakukan lindung nilai. Akibatnya, saat rupiah rontok perusahaan terkena imbas besar.

“Perusahaan kita yang pendapatannya rupiah, tapi berutang dalam valuta asing itu tidak lakukan lindung nilai tapi juga pengembaliannya pendek yaitu 1 sampai 3 Tahun. Sedangkan pinjaman pemerintah itu 20 tahun. Jadi itu sangat berisiko,” tutur Agus.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...