Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / GBPH Prabukusumo dikukuhkan Sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono XI oleh Sekelompok Orang, Sahkah?

GBPH Prabukusumo dikukuhkan Sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono XI oleh Sekelompok Orang, Sahkah?

kraton-1

Pada bulan April silam, keluar Sabda Raja yang mengubah nama dan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sejak dikeluarkannya Sabda raja tersebut, dianggap terjadi kekosongan Tahta Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dianggap mengalami kekosongan.

Kekuasaan Kasultanan Ngayogyakarta dianggap komplang atau vacuum of power, setelah adanya Sabda Raja. Perubahan ini juga dinilai tidak sesuai dengan angger-angger, budaya dan paugeran serta adat istiadat yang berlaku di Kesultanan Yogyakarta.

Karena dianggaap kosong, maka Paguyuban Trah Ki Ageng Giring – Ki Ageng Pemanahan mengangkat raja baru dengan mengukuhkan Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo menjadi Raja Kraton Yogyakarta ke XI dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwono Senopati ing Ngalaga Ngabdurrakhman Sayidin Panatagama Khalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping XI (Sewelas) ing Ngayogyakarta Hadiningrat.

Pengangkatan raja baru Kraton Yogyakarta ini sendiri dilakukan di Petilasan Kraton Ambarketawang, Gamping, Sleman, Minggu (12/7).

Kraton Ambarketawang merupakan cikal bakal Kraton Yogyakarta.

Trah Ki Ageng Giring-Ki Ageng Pemanahan ini sendiri merupakan nenek moyang pendiri kerajaan Mataram yang kemudian berubah menjadi Kasultanan Yogyakarta. Trah tersebut berjumlah 8 orang.

“Sejak adanya Sabda Raja kita menganggap bahwa tahta Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat mengalami kekosongan atau komplang. Itu kenapa kita mengukuhkan Gusti Prabu,” ungkap Ketua Paguyuban Trah Ki Ageng Giring – Ki Ageng Pemanahan, Satria Djojonegoro.

Sementara GBPH Prabukusumo sendiri tidak hadir pada upacara pengukuhan tersebut. Namun tim menyatakan akan menyampaikan kepada GBPH Prabukusumo.

GBPH Prabukusomo mengungkapkan bahwa tidak tahu menahu adanya upacara pengukuhan tersebut. Ia pun enggan berkomentar lebih banyak. Berikut pernyataan GBPH Prabukusumo, “Saya demi ALLAH ROSULULLAH saya tidak tahu sama sekali !! Dan ini bulan PUASA ROMADHAN .. Tolong disampaikan kepada teman2 Pers ..

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...