Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Gerakan Rangkul Perbedaan Mendapat Sambutan Luas Kalangan Anak Muda

Gerakan Rangkul Perbedaan Mendapat Sambutan Luas Kalangan Anak Muda

kampanye #RangkulPerbedaan
kampanye #RangkulPerbedaan

Jakarta –  Di tengah hiruk pikuk kasus pembakaran masjid dan rumah di Tolikara, Papua, muncul aksi nyata dari sekelompok pemuda yang menyerukan agar masyarakat Indonesia memperkuat perdamaian dan kebersamaan melalui gerakan #RangkalPerbedaan.

Gerakan berbasis media sosial ini mencoba menekankan kembali pentingnya nilai toleransi dan menghargai keberagaman. Kampanye ini dilakukan dengan mengajak anak muda mengirim foto mereka dengan tulisan #RangkulPerbedaan.

Komunitas kepemudaan Cinta Indonesia yang menggagas gerakan ini melalui Twitter dan Instagram, mengatakan sudah ada lebih dari 3.000 pengguna media sosial yang berpartisipasi.

“Gerakan #RangkulPerbedaan dilakukan untuk meningkatkan kesadaran untuk menjaga kebhinnekaan di Indonesia karena kasus-kasus intoleransi masih banyak terjadi, kata Michelle Winowatan.

Gerakan ini tentu saja bukan untuk memberikan solusi bagi kasus Tolikara, tapi ingin membuat orang sadar, bahwa masih banyak yang mengancam Bhinneka Tunggal Ika itu.”

#RangkulPerbedaan dinilai semakin penting disuarakan mengingat perkembangan insiden di Tolikara yang berkembang menjadi isu agama.

Berikut sejumlah suara anak-anak muda yang berpartisipasi dalam kampanye tersebut. Anda yang cinta perdamaian, mari bergabung bersama.

Alda Assagas, 22 tahun, mahasiswa

Alda Assagas
Alda Assagas

Alda, salah satu mahasiswi yang berasal dari Maluku dan beragama Muslim, mengikuti program kampanye dari Cinta Indonesia dengan foto dirinya #RangkulPerbedaan

“Kita sebagai anak muda memang harus peduli dengan isu-isu perdamaian. Jadi orang-orang menyadari bahwa kita harus menghargai perbedaan.”

“Harapan saya, masyarakat Indonesia mulai teredukasi bahwa enggak penting berkonflik, apalagi konflik ber-SARA. Indonesia enggak akan maju-maju kalau terus mempermasalahkan hal-hal itu. Lebih enak hidup bersama-sama, saling menjaga dan saling menghargai.” **

I Made Agus Juniantara, 21 tahun, mahasiswa

I Made Agus Juniantara
I Made Agus Juniantara

Agus Juniantara, asal Bali yang beragama Hindu juga turut dalam mengkampanyekan sebuah tujuan perdamaian baginya.

“Kenapa saya ingin ikut berpartisipasi? Karena ini membantu saya memberi pandangan sendiri bahwa perbedaan itu bukan sesuatu yang harus dijadikan kambing hitam permasalahan, tetapi perbedaan itu adalah harus kita rangkul, sesuatu yang harus kita pegang bersama seperti itu, bukan menjadi sesuatu permasalahan yang besar.” ***

Jeni Beatrix Karay, 26 tahun, karyawan swasta

Jeni Beatrix Karay
Jeni Beatrix Karay

Jeni, asal Papua dan beragama Kristen mengikuti kampanye #RangkulPerbedaan lewat media sosial twitter

“Masjid dan gereja di kompleks saya hanya terpisah oleh jalan raya. Saat hari Minggu mereka ibadah, teman-teman Muslim ya membantu menjaga keamanan jalan seperti pengarahan kendaraan agar tidak macet di depan gereja. Sedangkan saat salat Jumat, ya sebaliknya mereka yang teman-teman Kristen membantu memarkir kendaraan, mengarahkan jalan di sekitar masjid.” ***

Kristian Wongso Giamto, 25 tahun, dokter

Kristian Wongso Giamto
Kristian Wongso Giamto

Kristian, asal Jakarta dan beragama Kristen saat melakukan kampanye di Car Free Day, bulan Maret lalu “Dulu waktu saya SD, saya tinggal di Maluku Utara. Pada tahun 1999 kalau enggak salah terjadi kerusuhan dengan motif politis yang dibawa entah bagaimana rupa menjadi motif agama. Semenjak saat itu di otak saya berbekas bahwa oh, agama itu berbahaya seperti ini. Terus di Indonesia banyak perbedaan juga, dan saya pikir apa yang bisa saya lakukan supaya kejadian serupa tidak terulang dengan kapasitas saya.” *** BBC

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...

One comment