Home / Berita / Gerry, Gatot dan Kaligis Saling Serang dalam kasus Suap Hakim PTUN Medan

Gerry, Gatot dan Kaligis Saling Serang dalam kasus Suap Hakim PTUN Medan

OC Kaligis
OC Kaligis

Upaya mengungkap kasus suap majelis hakim PTUN Medan semakin seru setelah sejumlah tersangka dan saksi saling menyalahkan antara satu dengan yang lain. Yagari Bhastara alias Gerry, anak buah OC Kaligis  yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan di Medan beberapa waktu lalu, semakin berani membeberkan keterlibatan orang-orang yang bermain dalam kasus suap itu, terutama OC Kaligis, Evy Susanti dan Gatot .

Lewat pengacaraya  Haeruddin Massaro  yang juga pamannya sendiri, Gerry mengaku pernah dirayu OC Kaligis untuk tidak banyak bernyanyi ke KPK. “ Mereka sempat bertemu saat Gerry shalat jumat di  rutan Guntur pada hari lebaran pertama yang lalu,” kata Haeruddin.

Saat keluar dari rutan itu, Gerry sempat bertemu dengan OC Kaligis.   “ Di situlah OC sempat meminta Gerry agar tidak usah banyak bernyanyi kepada KPK,”  cerita Haeruddin. OC, katanya, berjanji akan menanggung semua biaya Gerry selama dalam tahanan.

Gerry sempat menolak dan bilang kalau KPK sudah punya bukti rekaman dan sadapan, tapi OC meyakinkan bahwa semua itu bisa diatasinya sebab sejumlah barang bukti sudah diamankan. OC juga berdalih, peran Gerry sangat penting untuk menyelamatkan kantor mereka. Jika OC kaligis terseret kasus ini, bukan tidak mungkin kantor tempat bekerja lebih seratus karyawan itu akan tutup.

“Pokoknya Saya siap biayai kamu semua’,” tegas Haeruddin kembali menirukan ucapan Kaligis seperti diceritakan Gerry.

Menanggapi pernyataan Haeruddin ini, pihak OC Kaligis yang dikonfirmasi terkait tuduhan ini tak mau memberikan tanggapan.  Tim pengacaranya menilai ocehan Gerry itu belum tentu benar.  “Tuduhan itu menyangkut materi perkara. Nanti kita hadapi saja di pengadilan,” kata Afrian Bondjol.

Gerry tidak hanya menyerang OC Kaligis,  tapi juga membuka tabir keterlibatan  Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti dalam kasus ini.  Evy disebut  berperan sebagai perantara yang kerap menyerahkan uang untuk tim pengacara OC kaligi, sedangkan Gatot sebagai pengambil kebijakan untuk pengeluaran uang.

Tim pengacara OC Kaligis sendiri  tidak mau menyerah begitu saja. Selain membantu semua tuduhan yang diarahkan kepada kliennya,  mereka juga menyerang KPK dengan berbagai tuduhan, seperti tuduhan pelanggaran HAM dan melawan hukum.

Jumat 24 Juli, tim pengacara itu mengadu ke Komnas HAM.  Mereka juga menyiapkan gugatan praperadilan untuk menentang pemberian status tersangka kepada OC kaligis.

Sementara Gatot dan pengacaranya Razman mengaku tidak tahu menahu soal kasus penyuapan itu. Malah Gatot mengaku kalau penunjukan OC Kaligis sebagai pengacara Pemerintah Provinsi Sumut dalam siang PTUN Medan tanpa sepengetahuannya.  Senin ini Gatot dan istrinya Evy akan menjalani pemeriksaan lanjutan di KPK. ***

Baca Juga

Wawancara Lengkap Yusuf Mansur Soal PayTren dan Mimpi Membeli Indonesia

Jakarta – Yusuf Mansur tidak lagi hanya dikenal sebagai Ustaz. Sekarang Yusuf turut menggeluti berbagai ...