Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Bedah Bank / Go Public Bank Harda International Dibayangi Peningkatan Kredit Bermasalah

Go Public Bank Harda International Dibayangi Peningkatan Kredit Bermasalah

Aktual Post- Pada semester I/2015 Bank Harda International dapat mengumpulkan laba sebesar Rp 6,08 miliar, mengalami peningkatan Rp 2,34 miliar atau 62,56 % jika dibandingkan posisi sama tahun 2014 sebesar Rp 3,74 miliar. Peningkatan laba tersebut terutama disebabkan meningkatnya pendapatan bunga bersih sebesar Rp 8,70 miliar menjadi Rp 47,24 miliar pada semester I/2015. Sebelumnya pada semester I/2014 pendapatan bunga bersih hanya mencapai Rp 38,54 miliar.

Selain itu pada semester I/2015 Bank Harda International dapat meningkatkan pengumpulan pendapatan lainnya sebesar Rp 3,34 miliar, meningkat Rp 1,60 miliar atau 95,20 % jika dibanding posisi sama tahun 2014 yaitu sebesar Rp 1,68 miliar.

Net Interest Margin (NIM) pada semester I/2015 sebesar 5,05 % mengalami peningkatan tipis jika dibanding semester I/2014 yaitu sebesar 4,81 %.

Dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun oleh Bank Harda International sampai dengan semester I/2015 mencapai Rp 1,74 triliun mengalami peningkatan sebesar Rp 140,33 miliar atau 8,76 % jika dibanding posisi sama tahun 2014 sebesar Rp 1,60 triliun. Dana pihak ketiga masih didominasi oleh dana mahal yaitu deposito, pada semester I/2015 mencapai Rp 1,49 triliun mengalami peningkatan Rp 110,31 miliar atau 7,99 % jika dibanding semester I/2014 sebesar Rp 1,37 triliun. Porsi dana mahal deposito sebesar 85,53 % terhadap seluruh dana yang berhasil dihimpun pada semester I/2015.

Kredit yang diberikan mengalami peningkatan sebesar Rp 160 miliar atau 10,88 % menjadi Rp 1,63 triliun pada semester I/2015, sedangkan pada semester I/2014 mencapai Rp 1,47 triliun. Namun sayangnya peningkatan kredit dibarengi dengan perbaikan kualitas kredit. NPL (Non Performing Loan) gross, pada semester I/2015 mencapai 2,78 %, mengalami peningkatan 1,50 % jika dibanding posisi sama tahun 2014 hanya sebesar 1,27 %. Demikian halnya dengan NPL net pada semester I/2015 mencapai 2,50 % mengalami peningkatan jika dibandingkan semester I/2014 yang hanya 1,14 %. Peningkatan NPL tersebut menyebabkan bank harus menyediakan biaya impairment (Kerugian Penurunan Nilai Asset Keuangan) sebesar Rp 1,05 miliar. Ratio NPL dihitung dari jumlah kredit bermasalah dibagi jumlah seluruh kredit yang diberikan dan dikalikan 100 %.

Jumlah total asset pada semester I/2015 mencapai Rp 2,19 triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp 220 miliar atau 11,16 % jika dibanding posisi sama tahun 2014 yaitu sebesar Rp 1,97 triliun.

Peningkatan laba yang diperoleh oleh Bank Harda International mempengaruhi peningkatan rasio rentabilitas yang dihitung dari ROE (Return on Equity) dan ROA (Return on Asset) pada semester I/2015. Return on Asset pada semester I/2015 sebesar 0,81 % mengalami peningkatan tipis dimana semester I/2014 sebesar 0,53 %. Sama halnya dengan Return on Equity pada semester I/2015 sebesar 4,54 % mengalami peningkatan tipis dimana pada semester I/2014 sebesar 3,82 %.

Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) atau sering disebut CAR (Capital Adequacy Ratio) mengalami peningkatan 2 % menjadi 17,04 % pada semester I/2015, sedangkan semestar I/2014 sebesar 15,03 %.

Rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) mengalami penurunan semula pada semester I/2014 sebesar 95,67 % menjadi 93,20 % pada semester I/2015. Hal tersebut menandakan adanya peningkatan efisiensi dari Bank Harda International.

Loan to Deposit Ratio (LDR) mengalami penurunan tipis semula pada semester I/2014 sebesar 91,19 % menjadi 89,48 % pada semester I/2015 yang menandakan likuiditas bank mengalami perbaikan.

Dalam jangka panjang, Bank Harda bakal meningkatkan kredit segmen ritel dibandingkan komersial. Saat ini, komposisi kredit segmen ritel baru sebesar 32% dari total porsi kredit. Rencananya, porsi kredit ritel bakal dinaikkan menjadi 70% dalam jangka panjang.

Bank Harda International pada tahun 2015 telah go public dengan menjual 800 juta saham dengan harga penawaran saham perdana sebesar Rp 125 per saham.

Perkembangan Bank Harda International akan terus dipantau oleh Tim Bedah Bank Aktual Post, demikian halnya dengan perkembangan setelah go publick apakah dapat meningkatkan kinerja keuangannya dan dapat dapat meningkat menjadi BUKU II.

Bank Harda International Go Public

PT Bank Harda International sudah menetapkan harga penawaran saham perdananya sebesar Rp 125 per lembar saham dan jumlah saham yang akan dilepas Bank Harda sebanyak 800 juta lembar saham atau sekitar 21 %. Jumlah maksimal lembar saham yang akan dilepas sebesar 25 % atau 950 juta saham itu yang tercatat dalam prospektus awal.

Perusahaan telah menunjuk PT. Lautandhana Securindo sebagai penjamin pelaksana efek. Dengan menjual menjual 800 juta saham maka Bank Harda International akan mendapatkan dana segar sebanyak Rp 100 miliar. Dana hasil dari go public akan digunakan untuk memperkuat struktur pendanaan jangka panjang, termasuk untuk pengembangan usaha dan ekspansi kredit semester kedua ini.

Di saat bersamaan, Bank Harda juga mengadakan program alokasi saham karyawan (ESA) sebesar 0,16% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO, atau sekitar 1,27 juta saham.

Antonius Prabowo Argo, Direktur Utama Bank Harda mengatakan, saham IPO ini diserap oleh investor lokal. “Minat investor cukup baik dan ada kelebihan permintaan. Namun, belum direkap berapa jumlahnya,” ujar Antonius kepada Kontan, Kamis (6/8).

Sebenarnya, jumlah dana yang diraih dari IPO ini lebih kecil dari dana minimal yang ingin diperoleh dalam penawaran awal, yakni Rp 109,25 miliar hingga Rp 142 miliar. Namun menurut Antonius, jumlah dana IPO sudah memenuhi rasio kecukupan modal alias CAR. “Setelah IPO, CAR akan menjadi 24%, dan ini sudah cukup,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, dari IPO tersebut, modal perseroan akan naik dari Rp 285 miliar menjadi Rp 385 miliar. Dalam waktu dua tahun ke depan, perseroan berharap bisa naik kelas ke BUKU II. (Ketentuan mengenai BUKU akan dijelaskan dalam artikel selanjutnya)

Penjatahan saham IPO pada 10 Agustus, distribusi saham dan pengembalian uang pemesanan pada 11 Agustus. Lalu, Bank Harda mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Agustus.

Penjualan saham BHI ke publik dalam tahun ini akan menghadap tantangan yang berat karena kondisi perekonomi nasional maupun dunia yang sedang mengalami penurunan dimana banyak perusahaan yang merevisi target laba dan penjualannya. Selain itu harga saham di bursa saham dalam negeri masih tertekan akibat dari terus meningkatnya harga dollar. Indek harga saham gabungan terus mengalami penurunan pada akhir akhir ini.

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...