Home / Headline / GP Ansor Temukan Buku Pelajaran Yang Berbau Unsur Radikalisme

GP Ansor Temukan Buku Pelajaran Yang Berbau Unsur Radikalisme

buku

 

Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) telah menemukan buku pelajaran untuk tingkat Taman Kanak-kanak yang berbau unsur radikalisme beredar di Depok, Jawa Barat. Penemuan tersebut didasarkan atas laporan orangtua salah satu murid TK, Selasa (19/1).

Wakil Ketua Umum GP Ansor Benny Rhamdani mengungkapkan bahwa ada upaya pihak-pihak tertentu, yang senantiasa menggunakan media sekolah untuk menyebarkan benih radikalisme.

“Salah satunya lewat buku ini. Ini patut diduga upaya mencuci otak kepada anak-anak terkait paham radikalisme,” kata Benny ketika menggelar konferensi pers di Jakarta.

Buku itu berbau unsur radikalisme dimana dikemas dalam bentuk metode belajar membaca praktis berjudul ‘Anak Islam suka membaca’. Di dalamnya terdapat 32 kalimat yang mengarahkan kepada tindakan radikalisme diantaranya sabotase, gelora hati ke Saudi, bom, sahid di medan jihad, hingga cari lokasi di Kota Bekasi.

Disamping itu, katanya, ada juga kalimat dan kata-kata yang mengandung radikalisme seperti ‘rela mati bela agama’, ‘gegana ada di mana’, ‘bila agama kita dihina kita tiada rela’, ‘basok dibawa lari’, dan ‘kenapa fobia pada agama’.

Berdasarkan dari informasi, TK yang menjadikan buku ini sebagai bahan pelajaran di Depok. Bahkan kabarnya dijadikan tempat bimbingan dan konsultasi metode belajar membaca praktis.

“Dikhawatirkan di beberapa wilayah lain buku ini juga tersebar,” ungkapnya.

Untuk sebagai bukti, Benny menunjukkan buku dengan lima jilid. Cetakan pertama tahun 1999, kemudian tahun 2015 sudah mencapai cetakan ke 167 dengan penerbit Pustaka Amanah di Jalan Cakra No. 30 Kauman, Solo.

Sementara itu Sekjen GP Ansor Adung Abdurrochman menuturkan, penulis buku tersebut Murani Musta’in ialah istri dari pimpinan kelompok radikal di Solo.

“Informasi yang kami terima, penulis ini (Murani) adalah istri dari Ayip Syafruddin yang merupakan pimpinan kelompok Laskar Jihad di Solo,” ujar Adung.

Menurutnya, kelompok pimpinan Ayip itu diduga menyebarkan paham radikalisme yang ideologinya berasal dari paham penganut Salafi Wahabi.

Diduga, kalau penulis memasukkan aspek ideologinya ke dalam buku tersebut. Seperti di halaman 18 buku jilid 4 disebutkan nama Bin Baz yang merupakan Syekh dari Salafi Wahabi.

“Nampak di dalam kalimat yang dipilih adalah mengorbankan jihad dalam tanda kutip radikalisme,” katanya.

 

 

Baca Juga

Ada 331,9 Juta Nama Domain di Dunia

Jakarta – Perkembangan teknologi yang cukup masif belakangan ini berdampak peningkatan jumlah nama domain di ...