Home / Berita / Regional / Gubernur Sumsel Angkat Suara : Berani Pegang Selang Air 2 Jam, Kita Kasih Hadiah Umroh

Gubernur Sumsel Angkat Suara : Berani Pegang Selang Air 2 Jam, Kita Kasih Hadiah Umroh

kabut-asap-pekat-di-jembatan-ampera_20150925_111234-620x330

Persoalan kabut asap nampaknya belum juga tuntas dan hingga kini sudah dua bulan sudah berlalu. Salah satu daerah yang paling besar terjadi di Sumatera Selatan, yang menurut data BNPB paling banyak titik apinya.

Terkait hal itu, Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meminta supaya masyarakat jangan saling menyalahkan tentang bencana asap. Menurut Alex, pemerintah sendiri sudah berusaha maksimal menuntaskan bencana tahunan ini.

“Saya ingin luruskan berita-berita yang selama sebulan terakhir luar biasa, Sumsel lumbung asap katanya. Jadi kata orang Jambi dan orang Riau, asap itu dari Sumsel karena angin dari Selatan,” ujar Alex Noerdin dalam acara Ramah Tamah Jambore Nasional Satpol PP II di Griya Agung, Jl Demang Lebar Daun, Palembang, Kamis (8/10) kemarin.
Ditambahkan olehnya, Saya katakan ya kadang-kadang, karena arah angin berubah-ubah. Kadang dari utara ke selatan, kadang asap dari Jambi Riau masuk Sumsel. Kami welcome saja. Jadi nggak usah hitung-hitungan.

Alex juga memaparkan kalau Pemprov Sumsel sudah optimal dan maksimal memadamkan api dan menghentikan asap. Di Sumsel, ada 5 helikopter yang digunakan untuk water bombing, ditambah pesawat CN-235 untuk hujan buatan.

“Ada 5 ribu lebih tenaga di darat, 3 bataliyon dari pusat dan sisanya Sumsel. Manggala, satpol PP, masyarakat setempat, bahu membahu berjuang memadamkan api, hilangkan asap,” tutur Alex

Saya berani jamin di sini, lanjutnya, siapapun yang ada di sini, kalau tahan pegang selang air di tengah lahan gambut yang sedang terbakar atau baru habis terbakar, di permukaan terbakar tapi di bawah masih ada api, yang pegang 2 jam saja, kita kasih hadiah umroh.

“Kalau ada yang berani, daftar malam ini,” jelasnya.

Pernyataan itu dituturkan Alex untuk mengingatkan bahwa perjuangan memadamkan asap bukan pekerjaan mudah. Sebab sejak 3 September 3 bataliyon tentara sudah berjibaku melawan api. Bahkan jauh sebelum itu pemerintah dan masyarakat sudah turun ke lokasi memadamkan api.
 

 

 

 

 

 

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...