Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Gugatan Debitur Kartu Kredit Bank Danamon Ditolak Majelis Hakim. Ini Ceritanya

Gugatan Debitur Kartu Kredit Bank Danamon Ditolak Majelis Hakim. Ini Ceritanya

Sering kali nasabah dibuat kesal oleh ulah Debt Collector Kartu Kredit yang kadang tidak kenal waktu dalam melakukan penagihan, belum lagi adanya kekerasan verbal yaitu keluarnya kata-kata yang mengancam dan membentak dan tidak beretika. Karena saling mempertahankan ego masing-masing maka timbulah emosi sehingga membuat perasaan yang tidak menyenangkan diantara kedua belah pihak. Akhirnya salah satu pihak membawa permasalahan tersebut ke ranah hukum.

Karena kurangnya bukti yang mendukung maka salah satu pemegang kartu kredit Bank Danamon kalah dalam persidangan, setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatannya atas PT Bank Danamon Tbk.

Nasabah Bank Danamon Franky Hoetomo melayangkan gugatan perbuatan melawan hukum kepada pihak bank karena dinilai melakukan penagihan dengan cara yang melanggar ketentuan bank sentral.

Sayangnya selama persidangan, penggugat tidak dapat membuktikan adanya kekerasan verbal yang dilakukan Bank Danamon kepada dirinya. Demikian penjelasan Majelis hakim yang dipimpin oleh Asiadi Sembiring.

Dalam proses pembuktian, penggugat hanya mencantumkan bukti tertulis berupa pernyataan dari saksi yang melihat tindakan kekerasan verbal tersebut. Hakim menjelaskan

Pernyataan tertulis tanpa adanya saksi yang disumpah dianggap tidak kuat untuk membuktikan bahwa Bank Danamon tidak beretika, membentak, mengancam dan memaksa melakukan penagihan kartu kredit kepada penggugat.

Dalam amar putusannya, Rabu (17/06/2015). Akhirnya majelis hakim menolak seluruh gugatan. Maka penggugat ada pihak yang kalah. Oleh sebab itu harus membayar seluruh biaya persidangan ini,” ujar majelis hakim

Selanjutnya, hakim memutuskan menerima sebagian gugatan balik atau rekonvensi yang diajukan Bank Danamon. Penggugat bernama Franky Hutomo dianggap sah sebagai debitur Bank Danamon.

Franky juga diputuskan untuk membayar tagihan kartu kreditnya senilai Rp 89 juta kepada Bank Danamon dan harus membayar biaya persidangan. Majelis hakim menyatakan penggunaan kartu kredit Bank Danamon oleh Franky adalah sah dan mengikat. Sementara itu, permintaan sita atas tanah milik Franky yang diajukan Bank Danamon ditolak oleh majelis hakim.

Menanggapi putusan tersebut, kuasa hukum penggugat Benhard Siahaan tidak terima dengan putusan tersebut. Dia menyatakan pihaknya akan mengajukan banding atau kasasi.

Catarina Arnita selaku Kuasa hukum Bank Danamon yang hadir di persidangan tampak cukup puas dengan keputusan pengadilan. Terkait dengan tuntuan atas sita tanah yang ditolak, dia menyatakan tidak keberatan karena memang tidak ada agunan dalam kartu kredit.

Usai persidangan Catarina Arnita mengatakan kepada Bisnis Indonesia “Yang paling penting hakim sudah menyatakan kalau perjanjian kartu kredit itu sah dan penggugat telah diperintahkan pengadilan untuk membayar utangnya,”.
Perkara nomor 751/PDT.G/2014/PN JKT.SEL ini didaftarakan sejak Desember 2014 lalu dengan tuduhan melawan hukum.

Kalau sudah didepan hukum maka yang berbicara adalah bukti yang kuat sehingga tuntutan yang diajukan dapat dikabulkan oleh majelis hakim. Ini merupakan pelajaran bagi siapapun yang pernah mengalami kekerasan verbal dan hal yang tidak menyenangkan akibat ulah debt collector. Jika berhadapan dengan mereka siapkan alat perekam atau sediakan juga alat CCTV di rumah anda, kalau perlu ajak orang lain untuk menemani mengahadapinya, sehingga anda punya alat bukti yang dapat mendukung tuntutan anda.

Below Article Banner Area

Baca Juga

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...