Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Guru yang Cubit Murid, Akhirnya Berdamai!

Guru yang Cubit Murid, Akhirnya Berdamai!

Guru Sidoarjo yang dituntut ke pengadilan akibat mencubit murid, kini sudah berdamai dengan kerluarga siswa.

Guru yang Cubit Murid, Akhirnya Berdamai!

Seperti yang diketahui jika perkara guru yang mencubit muridnya karena tidak mengikuti kegiatan sekolah di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Sidoarjo pada Kamis (14/7/2016). Sidang ini diwarnai penyerahan hasil kesepakatan damai dari kedua belah pihak.

“Penyerahan kesepakatan damai secara resmi akan dilakukan pihak pelapor kepada hakim. Namun sebelumnya, kami sudah menyerahkan salinan kesepakatan damai itu kepada jaksa penuntut umum dan Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo” ungkap Ketua LKBH Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sidoarjo HM Gufron di Sidoarjo, Rabu (13/7/2016).

Dalam kasus ini pelapor adalah orangtua murid Yuni Kurniawan, anggota TNI AD. Ia melaporkan Samhudi, guru sekaligus Wakil Kepala SMP Raden Rahmat Kecamatan Balongbendo Sidoarjo kepada polisi dengan tuduhan penganiayaan terhadap siswa bernama AR, anak pelapor.

Guru Samhudi diduga mencubit AR karena siswa itu tidak melaksanakan shalat Duha yang diselenggarakan sekolah. Akibat cubitan itu, korban mengalami memar di lengan kanan. Selain mencubit AR, Samhudi juga mencubit puluhan murid lain yang tidak melaksanakan kegiatan sekolah dengan baik.

Wakil Bupati Sidoarjo Nur Achmad Syaifuddin mengatakan, kesepakatan damai ditandatangani kedua pihak pada Sabtu (2/7/2016) pukul 23.00 di rumah Ketua PGRI Sidoarjo Suprapto. Kesepakatan itu merupakan hasil mediasi yang diupayakan berbagai pihak, termasuk Pemkab Sidoarjo, PGRI, dan Komando Distrik Militer 0816 Sidoarjo.

“Dalam kesepakatan itu, kedua pihak setuju menyelesaikan perkara secara damai. Pelapor setuju mencabut laporannya dengan syarat anaknya diterima di sekolah yang diinginkan. Saat perkara ini mencuat, anak pelapor sulit mendaftar sekolah karena pihak sekolah trauma dengan kejadian itu” ungkap Nur Achmad.

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...