Home / Berita / Dunia / Hacker Iran dan China Ancaman Serius Bagi Amerika

Hacker Iran dan China Ancaman Serius Bagi Amerika

Hacker Iran dan China Ancaman Serius Bagi Amerika
Departemen Pertahanan US (viva.co.id)

Amerika Serikat akhirnya mengakui bahwa hacker China dan Iran adalah ancaman serius untuk mereka. Seperti dikutip dari Republika, bulan Mei menjadi bulan kelabu untuk keamanan cyber Amerika Serikat. Negara adidaya ini pada akhirnya mengakui bahwa serangan dunia cyber dari hacker China dan Iran perlahan namun pasti selalu mengancam stabilitas keamanan Amerika Serikat. Sepertinya Amerika mulai menyadari bahwa serangan peretas dari dua negara ini tidak bisa dianggap remeh. Sebagaimana yang kita tahu, China dan Iran adalah dua negara yang jelas-jelas memilih untuk berseteru dengan Amerika ketimbang mengikuti kebijaknanya. China sebagai negara komunis tentu saja ogah untuk tunduk pada negara sosialis dan liberalis sekelas Amerika. Begitu juga Iran yang memiliki konflik dan seteru berkepanjangan dengan negeri presiden Barack Obama ini. Tak heran, Amerika kemudian selalu berseteru dengan kedua negara ini dalam bidang apapun termasuk keamanan cyber.

Republika menulis, bulan ini badan keamanan Amerika melansir dua tuduhan serangan cyber yang membuat mereka kalang kabut. Pertama, Amerika menuduh seorang hacker China berhasil membobol komputer pemerintah dan mengekplorasi kelemahan militer Amerika. Yang kedua seorang pejabat Gedung Putih menuduh peretas dari Iran telah berhasil menembus sistem komputer utama perusahaan-perusahaan energi di Amerika. Hacker yang meraka sebut dari Iran ini kemudian berhasil menyabotase pembangkit listrik negara. Minggu ini, Wshington Post juga melaporkan adanya indikasi para hacker dari China kembali meretas sistem keamanan dan militer Amerika Serikat. Peretas China ini berhasil membobol sistem komputer dan persenjataan AS seperti jet tempur F-35 dan proyek kapal tempur Littoral Combat milik angkatan laut Amerika. Kepala pejabat keamanan di Mandiant, Richard Bejtlich mangatakan ada perbedaan dasar pada serangan hacker dari dua negara ini. Dia mengatakan bahwa seranga cyber dari peretas China lebih sekedar iseng dan memiliki batasan tertentu tidak sampai merusak. Namun para hacker Iran memilih untuk merusak dan menghancurkan ketika meretas pada sistem komputer di negara tersebut.

Pakar keamanan Center for Strategic and International , James Lewis, juga menambahkan jika memilih siapakah yang paling berbahaya dari dua negara peretas ini? Pria yang telah lama bergabung dalam CSIS ini memilih Iran mengingat reputasi hacker negara ini yang menghancurkan infrstruktur vital pada sistem keamana AS.

Baca Juga

Si Seksi Ariel Tatum Makin Serius dengan Ryuji Utomo

[ad_1] Hot Photo Sabtu, 28 Okt 2017 08:33 WIB  ·   Palevi – detikHOT Jakarta ...