Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Ibu Kota / Harga Perlengkapan Sekolah di Pameran Lebih Mahal daripada di Pasaran, Ahok Marah tak jadi Membuka

Harga Perlengkapan Sekolah di Pameran Lebih Mahal daripada di Pasaran, Ahok Marah tak jadi Membuka

ahok pameran buku

Pameran Jakarta Book and Edu Fair (Jakbook Fair) 2015 yang digelar mulai Senin (27/7) hingga 3 Agustus di Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat memberi catatan sedikit kurang baik.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diundang membuka pameran JakBook & Edu Fair merasa kecewa dan malah menyarankan pameran itu ditutup. Alasan Ahok menutup pameran karena harga jual barang yang dipamerkan masih lebih mahal dari harga pasaran.

Kedatangan Ahok ke tempat pameran langsung disambut keluhan pengunjung bahwa barang-barang keperluan sekolah yang dipamerkan harganya mahal dibandingkan dari harga pasaran.

Ahok pun kemudian menyayangkan pameran yang digelar dengan harga mahal.

“Saya kira ada diskon 30 atau 40 persen dari harga pasar, ternyata tidak, jadi untuk apa,” ujar Ahok, dalam sambutannya.

Oleh karenanya, Ahok pun melarang para pengunjung untuk membeli keperluan sekolah seperti buku tulis, buku gambar, buku pelajaran, alat tulis, alat gambar, dan keperluan sekolah lainnya.

Ahok kemudian mencontohkan, jika kita membeli pulpen satu box di pasar Tanah Abang harganya hanya Rp 30.000, di sini (pameran,red) malah Rp 40.000. Terus buku tulis campus di pasaran Rp 37.000, di sini Rp 42.000 ribu lebih mahal. Belum lagi harga tas di pasaran hanya Rp 70 ribu, malah naik menjadi Rp 100 ribuan lebih.

Jika pameran berhadiah mobil, sambungnya mungkin ada yang mau, tetapi itu terjadi hanya orang-orang yang mau berjudi.

“Wajar saya marah-marah. Di dunia manapun tidak ada pameran yang lebih mahal,” ungkap Ahok bernada kesal.

Sebenarnya pada mulanya, Ahok ingin supaya para pemilik Kartu Jakarta Pintar (KJP) bisa mendapat harga murah dengan berbelanja di pameran ini. Makanya tak heran jika dari jauh-jauh hari ia sudah mengingatkan agar para pengguna KJP berbelanja ke sana.

“Saya kecewa sekali. Maksud saya ini menolong anak-anak itu supaya ada sisa uang. Kan sudah untung dikasih 489.000 pembeli. Ini mau mengais keuntungan dari orang tidak mampu,” tuturnya.

Pameran itu sendiri diadakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jakarta.

Menurut ketua panitia, Tatang Sundesyah, pameran dirancang untuk dinikmati semua kalangan sesuai tema Pintar Hak Semua Orang, yang memfasilitasi pemegang kartu Jakarta Pintar(KJP) agar dapat membeli keperluan sekolah dengan harga murah.

 

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ahok-sindir-anies-baswedan-soal-kip

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...