Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Hasil Referendum, Rakyat Menolak Utang Baru, Akankah Yunani Dikeluarkan Dari Eurozone ?

Hasil Referendum, Rakyat Menolak Utang Baru, Akankah Yunani Dikeluarkan Dari Eurozone ?

Akhirnya rakyat Yunani menentukan sikap untuk menolak bantuan utang baru yang ditawarkan kreditur dari Eropa dan International Monetary Fund (IMF). Penolakan tersebut merupakan hasil referendum yang dilakukan oleh pemerintah Yunani dimana sebanyak 61 % warga Yunani menolak penghematan anggaran sebagai syarat cairnya utang baru.

Penolokan tersebut merubah status negeri para dewa ini menjadi negara yang bangkrut dan kemungkinan terburuknya adalah akan keluar dari zona negara pengguna mata uang euro, atau disebut eurozone. Mungkin kurang dari sepekan, Yunani akan dikeluarkan dari eurozone. Dilansir dari CNN, Senin (6/7/2015). Alasannya, karena status bangkrut Yunani bisa mengganggu kestabilan nilai euro, dan menggoyangkan ekonomi negara eurozone.

Pada 30 Juni 2015 lalu Yunani tidak bisa membayar utang jatuh tempo IMF sebesar 1,54 miliar euro atau sekitar Rp 22 triliun. Kreditur dari Eropa dan IMF menawarkan utang baru berjumlah 7,2 miliar euro atau sekitar Rp 108 triliun ini, awalnya jadi harapan untuk menutup utang Yunani yang jatuh tempo namun Perdana Menteri Alexis Tsipras menolak utang baru, karena persyaratannya tidak sesuai.

Kreditur yang akan memberikan utang ke Yunani disebut Troika. Mereka adalah Uni Eropa, Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), dan International Monetary Fund (IMF). Syarat utangnya adalah pengetatan anggaran, yang dilakukan dengan menambah batas usia pensiun, dan juga menaikkan tarif pajak.

Hasil referendum ini memperkuat posisinya untuk bernegosiasi dengan kreditur, sehingga syarat utang lebih ringan demikian harapan Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras. Namun disisi lain para pemimpin di Eropa mengatakan, bila referendum dilakukan, syarat utang yang diberikan bakal lebih berat.

Para pemimpin bank di Eropa dan Kanselir Jerman. Angela Merkel serta  Presiden Prancis, Francois Hollande akan bertemu pada Senin malam ini. Mereka akan membahas krisis yang terjadi pada Yunani.

Bila Yunani tidak mendapatkan utang baru dari Eropa, negara ini tidak bisa membayar uang pensiun dan gaji PNS. Negara ini tidak akan bisa mencari utang dari pasar uang internasional, karena bunganya pasti akan tinggi. Bank-bank di Yunani tutup karena tidak punya uang. Perbankan ini bergantung pada dana dari Bank Sentral Eropa.

“Pesan dari kata NO ini adalah, kami tidak takut dengan tekanan yang kami hadapi dari Eropa. Kami ingin hidup adil dan bebas di Eropa,” kata Stathis Efthimiadis, guru 47 tahun dilansir dari Reuters, Senin (6/7/2015).

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...