Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Bedah Bank / Hasil Stress test menunjukan Daya Tahan Perbankan Indonesia Masih Kuat

Hasil Stress test menunjukan Daya Tahan Perbankan Indonesia Masih Kuat

Industri perbankan bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan stress test dengan analogi kurs rupiah di sejumlah tingkatan untuk menguji skenario kekuatan modal industri perbankan.

Mereka (OJK dan Industri Perbankan) telah melakukan stress test dengan analogi rupiah senilai Rp. 14.000 per dolar Amerika Serikat. Hasilnya menunjukan cukup baik dimana daya tahan industri perbankan terhadap gejolak nilai tukar rupiah Rp. 14.000 per dolar AS masih cukup baik.

Muliaman Darmansyah Hadad selaku Ketua Dewan Komisioner OJK mengatakan otoritas bersama dengan industri bersama-sama melakukan uji ketahanan dari mulai skenario yang paling ekstrem hingga yang tidak.

Muliaman Darmansyah Hadad mengatakan di Gedung Djuanda Kementrian Keuangan (pada Kamis 13/8) “Jadi yang namanya skenario mau dibuat ekstrem atau tidak, bisa saja. Scenario itu bisa dibuat Rp.14.000, bisa dibuat Rp.15.000 dan lain sebagainya,”. Beliau menambahkan stress test ini dilakukan lebih rutin dengan berbagai macam indikator sehingga nantinya secara bersama-sama dapat membahas langkah-langkah selanjutnya. “Stress test ini dilakukan kapan saja, any minutes, tidak hanya karena situasi sekarang saja. Bisa menguji situasi kedepan gimana,” katanya.

Daya tahan perbankan dengan kondisi nilai tukar rupiah yang cenderung naik masih cukup kuat. Situasi saat ini yang dihadapai industri perbankan berupa fluktuasi harga dan risiko kenaikan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL), serta risiko likuiditas demikian penjelasan Muliaman. “Pertumbuhan dana pihak ketiga masih lebih tinggi dari pertumbuhan kredit. Yang harus diantisipasi ini harus mengelola kredit,” tutur Muliaman.

Senada dengan penjelasan Dirut Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin bahwa sisitem perbankan nasional masih cukup aman.“ Saya kira modal perbankan di Indonesia sangat kuat. Dibandingkan dengan tahun 2008 dan 2005. Memang ada beberapa bank yang kurang. Namun kalau saya lihat bank-bank besarkan modalnya diatas 15%. Itu kuat sekali.”

PT Bank Mandiri Tbk juga telah melakukan uji skenario kekuatan modal atau stress test dengan analogi rupiah berada pada level Rp. 14.000 per dolar AS. Pejabat Ekskutif Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan perseroan saat ini dalam keadaan aman, terkait pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dengan tingkat permodalan atau capital adequacy ratio Bank Mandiri masih dalam level cukup.

Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan “Hasil dari stress test, modal kami dilihat dari CAR masih berada di 17,7%,” ucapnya. Dengan rasio kecukupan modal yang dimiliki perseroan sebesar 17,7% tersebut, Bank Mandiri masih mampu menahan guncangan apabila rasio kredit bermasalah meningkat. “Kecukupan modal Mandiri membuat kami masih bisa menjaga currency loss”.

Untuk mencegah terjadi gejolak, OJK melarang industri perbankan untuk menyalurkan kredit kepada kegiatan yang bersifat spekulatif. Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menjelaskan indeks pada Rabu (12/8) di pasar saham mengalami penurunan secara drastis sebesar 3,1% tetapi pada Kamis (13/8) pagi bursa saham sudah positif sebesar 1,6%. “Perkembangan indeks tersebut menunjukkan dinamika pasar terus berjalan dan diharapkan menuju arah perbaikan,”.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad menambahkan pihaknya terus melakukan pengawasan agar kalangan perbankan tidak memberikan kredit kepada pihak yang akan membeli saham atau margin trading”. Selain itu, bank dilarang memberikan pembiayaan kepada pembeli saham dan kepada kegiatan yang bersifat spekulatif,”. Hal itu dilakukan agar industri perbankan tidak terkena dampak dari dinamika yang terjadi di pasar modal.

Lebih lanjut lagi dia menuturkan situasi yang terjadi di Tiongkok, di negeri tersebut ada pengajuan pembatasan margin trading sehingga terjadi bejana berhubungan apa yang terjadi di pasar modal dengan dinamika industri perbankan. “Kami terus memantau, kegiatan bank yang memberikan pinjaman kepada usaha yang bersifat spekulatif akan kami larang. Ini bukan ketentuan baru, ini sudah lama dikeluarkan” kata Muliaman.

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...