Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Hasil Survei Kedaikopi : Ada 4 Menteri Yang Layak diganti, Ini Dia

Hasil Survei Kedaikopi : Ada 4 Menteri Yang Layak diganti, Ini Dia

jjk-627x313

Hasil survei Kelompok Diskusi dan Kajian ‎Opini Publik Indonesia (Kedaikopi) memperlihatkan kalau mayoritas publik menginginkan penambahan kursi menteri bagi profesional ‎dan swasta dalam perombakan (reshuffle) kabinet jilid II.

“Meski demikian, publik bingung menentukan menteri mana yang perlu diganti. Walaupun sebagian besar masyarakat inginkan perombakan kabinet,” kata Juru Bicara Kedaikopi Hendri Satrio ‎dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (2/11) kemarin.

Ditambahkan oleh Hendri, ada kesan publik hanya cenderung ‎menginginkan Jokowi merombak kabinet, tapi nampak bingung ‎menentukan menteri yang harus diganti. Walaupun ada beberapa nama menteri yang cukup sering disebut untuk diganti.

Dari hasil survei Kedaikopi, 55,8 persen responden mengharapkan ‎ada reshuffle kabinet jilid II. Sementara 37,5 persen menyatakan ‎tidak perlu dan 6,7 persen tidak menjawab.

Sedangkan, hasil survei memperlihatkan kalau 50,8 ‎persen menuturkan tidak tahu atau tidak menjawab saat ‎ditanyakan menteri yang berpotensi dan layak diganti.

Tetapi, banyak responden menilai menteri yang berpotensi diganti adalah Menteri BUMN Rini Soemarno (11,3 persen), Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya (10,3 persen). Berikutnya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrowi (5,5 persen) dan Menteri ESDM Sudirman Said (5,3 persen).

Sementara Menteri lainnya menyebar di bawah 5 persen, seperti Menteri Amran, Menteri Nasir, dan Menteri Yuddy.

“Menteri Rini dianggap sering mengeluarkan kebijakan kontroversial yang dicitrakan menghambat RAPBN 2016. Sedangkan Menteri Siti sangat erat kaitannya dengan kabut asap,” ujar Hendri.

Dituturkan oleh Hendri, alasan seorang menteri perlu diganti karena sebagian besar responden menyatakan menteri tersebut tidak bisa bekerja sama sebesar 29,5 persen, dan tidak mampu mengeluarkan kebijakan strategis 26,3 persen.

‎”Alasan lainnya adalah tidak mengerti keinginan dan visi Presiden (8,5 persen), tuntutan ‎partai pendukung (6,8 persen), tuntutan dunia usaha (5 persen), ‎tuntutan relawan (2,5 persen), dan tuntutan wakil presiden (1,3 ‎persen). Sedangkan yang menjawab tidak tahu 20,3 persen,” jelas Hendri.

Untuk survei ini, Kedaikopi melibatkan 400 responden yang tersebar ‎proporsional di seluruh Indonesia. Survei berlangsung pada 27-29 Oktober dan dilakukan melalui wawancara telepon.

Responden merupakan ‎pengguna telepon yang dipilih secara acak (probability sampling) ‎menggunakan metode sample acak sistematis.

Sedangkan komposisi responden di‎ setiap daerah mempertimbangkan proporsi antara jumlah penduduk di setiap daerah. Tingkat kepercayaan survei ini 95 persen dimana ‎margin of error 4,9 persen.

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...