Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Hindari Sanksi FIFA, Wapres Minta dicabut Surat Pembekuan PSSI

Hindari Sanksi FIFA, Wapres Minta dicabut Surat Pembekuan PSSI

Pintu-gerbang-Kantor-PSSI-d

Carut marut sepakbola tanah air, mengundang keprihatinan berbagai pihak. Satu diantara permasalahan itu adalah pembekuan organisasi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) oleh menpora. Masalah ini kemudian sampai ke meja organisasi sepakbola dunia, FIFA yang mengancam akan membekukan keanggotaan PSSI dari organisasi jika sampai tenggat waktu tanggal 29 Mei belum juga kelar.

Menyadari hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hari Senin (25/5) ini bertemu dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, yang dihadiri pula oleh Ketua Dewan Kehormatan PSSI Agum Gumelar, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo, dan Wakil Ketua Umum PSSI Hinca Panjaitan di Istana Wakil Presiden, Jakarta

Dalam pertemuan tersebut, JK meminta Menpora merevisi Surat Keputusan Nomor 01307 Tahun 2015 tentang sanksi administratif berupa pembekuan terhadap PSSI. Pencabutan itu, menurutnya, semata-mata demi menghindarkan Indonesia dari sanksi FIFA.

“Dalam pertemuan tadi disepakati sepak bola nasional harus tetap jalan dan berkompetisi dengan baik. Untuk itu, PSSI harus aktif lagi. Setelah (SK) itu direvisi, maka otomatis (PSSI) sudah diizinkan dan persoalan pun selesai,” ungkap JK seperti dilansir Antara.

Indonesia merasa khawatir penjatuhan sanksi dari FIFA karena kegagalan Tim Transisi bertemu dengan perwakilan otoritas sepak bola tertinggi di dunia itu. Sedianya, Tim Transisi berharap bisa bertemu petinggi FIFA pada 25 Mei ini atau empat hari sebelum tenggat waktu yang diberikan FIFA kepada Indonesia untuk menyelesaikan konflik internalnya.

Namun ternyata FIFA menolak undangan pertemuan dari Tim Transisi itu. Dari surat yang dikirim Sekretaris Jenderal Jerome Valcke, FIFA menolak bertemu lantaran terlalu mepet dengan agenda kongres tahunan yang akan digelar pada 28-29 Mei. Selain itu, pada 25 dan 26 Mei juga tengah dilakukan rapat Komite Eksekutif FIFA.

Dalam surat yang sama itu, FIFA juga meminta Indonesia untuk segera membereskan konflik internal yang terjadi antara pemerintah dan PSSI. Seandainya masih berkonflik hingga 29 Mei, Indonesia terancam dibekukan.

Berdasarkan Statuta FIFA Pasal 14, sanksi akan jatuh apabila tiga perempat anggota menyetujuinya saat kongres umum.  FIFA akan berkongres di Zurich pada 28-29 Mei mendatang.

Jika benar-benar dibekukan maka akan berdampak pada banyak aspek sepak bola nasional. Misalnya saja Indonesia tak akan bisa mengirim tim sepak bola untuk ikut serta di SEA Games 2015. Atau tim Persipura dan Persib tidak bisa bertanding dalam 16 besar Piala AFC.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...