Home / Headline / Hotman Paris Apresiasi Hakim yang Mempermalukan Kuasa Hukum Margriet

Hotman Paris Apresiasi Hakim yang Mempermalukan Kuasa Hukum Margriet

hotman

Hotman Paris Hutapea sebagai penasihat hukum Agustinus Tai Andamai (25), hadir di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (28/7), sangat mengapresiasi hakim tunggal Achmed Peten Sili yang memimpin sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Denpasar terkait kasus pembunuhan Engeline.

Menurut Hotman,”Hakim Peten Sili sangat tegas dalam memimpin persidangan sehingga membuat penasihat hukum Margriet dipermalukan.”

Ditambahkan olehnya, kuasa hukum Margriet mencoba memaksakan kebenaran nilai dari suatu pembuktian, padahal hal itu tidak dapat dipertanyaan dipokok perkara.

Seperti diketahui, dalam sidang praperadilan hari ini kuasa hukum Margriet menghadirkan saksi Tommy Sihotang, doktor ilmu hukum yang juga sekaligus dosen di Universitas Atmajaya dan Universitas Jayabaya.

Dalam sidang tersebut, Peten Sili sangat tegas dan pintar dalam memimpin persidangan karena saksi ahli pidana hukum pidana dan acara pidana, Dr Tomi Sihotang, terbawa arus pertanyaan yang meringankan tersangka Margriet.

Namun, sebaliknya hakim tunggal justru mencecar pertanyaan kepada saksi ahli yang tidak mampu dijawab sesuai dengan kopetensinya dan tidak fokus pada pokok substansi persidangan.

“Akibat saksi ahli itu terbawa arus pertanyaan dari pemohon (Margriet) hakim lantas mempermalukan dirinya karena tidak mampu menjawab pertanyaan sesuai kompetensinya,” kata Paris.

Meski demikian, Hotman Paris juga menyesalkan pihak kuasa hukum termohon (kepolisian) yang tidak menanyakan kepada saksi ahli terkait kemampuannya dalam menjadi saksi ahli, namun justru diam tanpa kata dan tidak ikut mempertanyakan fakta di lokasi kejadian yang dapat dijadikan alat bukti.

“Kuasa hukum Margriet justru mempertanyakan kepada saksi ahli apakah keterangannya dapat dipercaya atau tidak terkait motivasi tersangka pembunuhan yang tidak seharusnya ditanyakan pada sidang praperadilan, namun diungkapkan dalam pokok perkara nanti,” jelasnya.

Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan hakim tunggal Achmed Peten Sili tetap konsisten dalam memimpin persidangan seperti sekarang dan menolak sidang praperadilan yang diajukan pemohon (Margriet) karena alat bukti yang dimiliki penyidik sudah ada sesuai fakta di lokasi kejadian.

Sidang praperadilan akan dilanjutkan pada besok Rabu (29/7) dengan agenda kesimpulan. Apabila masih ada waktu, hakim juga akan memutuskan menerima atau menolak praperadilan itu pada pukul 15.00 Wita.

 

 

 

 

Baca Juga

Pemkot Jaksel akan Eksekusi Lahan Warga yang Belum Diserahkan untuk MRT

Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan akan segera mengeksekusi lahan warga yang belum diserahkan ...

One comment

  1. Awas Ada Zaenal Prikitiww

    lha kan emang udah malu malu in.. wkwkwk piss